Breaking News:

Mengenal Widadi Karyadi, Sang Legenda yang Setia Bela PSIM Yogyakarta

Mengenal Widadi Karyadi, Sang Legenda yang Setia Membela PSIM Yogyakarta

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Widadi Karyadi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menempuh jarak lebih kurang 220 kilometer dari tanah kelahirannya, Bojonegoro, Jawa Timur, Widadi Karyadi datang ke Yogyakarta untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Namun cita-citanya itu tidak sampai lantaran WK, sapaan akrabnya dua kali gagal ikut tes seleksi masuk. Hingga akhirnya, sepak bola menjadi jalan hidupnya.

WK bercerita, selepas lulus SMA tahun 1991, dirinya dihadapkan pada pilihan antara merantau ke Surabaya atau Yogyakarta untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Kegamangan itu ada karena di dua kota tersebut ia memiliki teman yang mengajak untuk melanjutkan kuliah sembari berkarir di sepak bola.

"Pada akhirnya saya memilih Yogyakarta. Karena kalau saya di Surabaya belum tentu bisa main bola. Dulu, di sana kalau tidak ada yang ‘membawa’ susah masuk klub," ujar Widadi belum lama ini.

Kala itu, WK berangkat siang hari ke Yogyakarta berbekal uang Rp25.000. Uang itu dipakai untuk ongkos naik bus Rp5.000 dan sisanya untuk bekal hidup di Yogyakarta.

Barulah sore hari WK tiba di Yogyakarta bersama seorang teman, Nur Priyanto di kawasan Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Di sana WK beristirahat sebentar, makan, lalu berangkat ke lapangan 3B tempat klub Sinar Mataram (SM) untuk ikut nimbrung berlatih di sana.

Saat itu bakatnya dilirik sang pemilik klub, Mujiono.

WK yang kala itu masih bingung akan tinggal di mana dan mau apa setelahnya, mantap memutuskan tinggal di Yogyakarta setelah Mujiono menawarinya bergabung dengan Sinar Mataram. A

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved