Breaking News:

Kota Yogyakarta

Hari Pertama Kerja Pasca-Lockdowon, DPRD Kota Yogya Langsung Bentuk 6 Pansus Sekaligus

Hari Pertama Kerja Pasca-Lockdowon, DPRD Kota Yogya Langsung Bentuk 6 Pansus Sekaligus

Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah 'lockdown' selama sepekan akibat kasus Covid-19 yang menimpa salah seorang pegawai di sekretariatnya, jajaran DPRD Kota Yogyakarta langsung ngebut di hari pertama kerja, Senin (8/2/2021).

Untuk mempercepat program legislasi, DPRD membentuk enam panitia khusus (pansus) sekaligus.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko berujar, keenam pansus tersebut, masing-masing merupakan empat pansus pembahasan rancangan peraturan daerah (rapeda), serta dua pansus pengawasan mengenai penanganan pandemi corona dan pokok pikiran dewan.

"Sementara untuk empat pansus pembahas raperda adalah soal bangunan gedung, pajak elektronik, penyakit menular, dan penerangan jalan umum," tandasnya.

Namun, meski sudah kembali berkegiatan, ia memastikan, rapat paripurna tersebut tetap digulirkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Terlebih, saat ini kota pelajar masih menjadi satu di antara beberapa daerah pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM)

Karena itu, tambahnya, penyelenggaraan sidang pun hanya diwakili oleh tiga orang anggota dari setiap fraksi, kemudian lainnya hadir secara daring.

PSTKM Jilid 3, Pemkot Yogya Sebut Kebijakan Ini Sukses Tekan Mobilitas, Berikut Aturan Terbarunya

Lapangan Karang Bakal Disulap jadi Mini Stadion Bertaraf Nasional, Pemkot Yogya Anggarkan Rp7,3 M

Setali tiga uang, dari kalangan eksekutif pun hanya dihadiri Sekda beserta asisten, serta Wakil Wali Kota Yogya, Heroe Poerwadi.

"Kapasitas ruang rapur itu kan untuk 100 orang. Jadi, dalam rapat hari ini saya rasa tidak sampai menyentuh 50 persen, karena yang hadir kurang dari 50," ujarnya.

"Bagaimanapun juga protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan dalam setiap agenda, tidak boleh abai. Bahkan, sebelumnya kami instruksikan pada pimpinan dan anggota untuk bahas teknisnya," imbuh Danang.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan tersebut juga memastikan, selama masa PTKM, jajaran legislatif Kota Yogyakarta tidak menerima tamu dari luar daerah.

Tetapi, ia tak menampik, masih banyak dewan-dewan dari kota, atau kabupaten lainnya, yang nekat menggelar kunjungan.

"Sebetulnya sampai hari ini kita belum terbuka, bukan hanya pembatasan. Mestinya jadi kesadaran bersama, karena PTKM kan di Jawa-Bali. Tapi, ada saja teman-teman dari wilayah itu yang nekat, alasannya sudah terlanjur pesan tiket dan lain sebagainya," pungkas Danang. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved