Breaking News:

Kota Yogya

Lapangan Karang Bakal Disulap jadi Mini Stadion Bertaraf Nasional, Pemkot Yogya Anggarkan Rp7,3 M

Lapangan Karang yang berlokasi di Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta dalam waktu dekat bakal disulap menjadi stadion mini bertaraf nasional

Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Lapangan Karang, Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lapangan Karang yang berlokasi di Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta dalam waktu dekat bakal disulap menjadi stadion mini bertaraf nasional.

Dana sebesar Rp7,35 miliar dari APBD sudah disiapkan Pemkot Yogyakarta untuk merealisasikan proyek tersebut.

Kepala Bidang Penataan Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Fahrul Nurcahyanto mentargetkan proyek mulai digarap Juni mendatang.

Sesuai rencana, akhir bulan Mei, sudah didapatkan pemenang lelang fisiknya.

"Proses pelaksanaan pembangunan sekitar lima bulan ya, sampai akhir Oktober, atau awal November," ujarnya.

Fahrul berujar, rumput dan sistem drainase akan diperbaiki secara menyeluruh, disesuaikan dengan standar nasional. Di samping itu, tribun stadion dengan kapasitas 50 orang, lalu fasilitas kamar mandi dan ruang ganti, akan ditambahkan guna mewujudkan konsep stadion mini.

"Rumputnya pakai jenis lokal, zoysia martella. Informasinya, itu juga digunakan di Stadion Maguwoharjo. Nanti dipasangi juga lampu, sehingga memungkinkan pertandingan sepak bola malam hari," tandasnya.

"Ya, walaupun standar lampunya belum seperti stadion besar seperti Mandala Krida. Tapi, paling tidak sudah memadahi untuk latihan malam hari," imbuh Fahrul.

BPBD DIY Petakan Zona Resiko Penularan COVID-19 hingga Tingkat RT

Tinjau Korban Banjir di Pesu, Bupati Klaten Sri Mulyani : 52 Rumah Terendam Parah, 125 KK Terdampak

Akan tetapi, ia memastikan, fungsi Lapangan Karang sebagai ruang terbuka publik tetap dipertahankan.

Oleh sebab itu, tambahnya, jogging track tetap disediakan untuk sarana berolahraga warga masyarakat. Hanya saja, akses lapangan utama bakal dibatasi dengan pagar khusus.

"Memang awalnya kami mendesain jogging track di selatan. Tapi, ada beberapa masukan dari masyarakat, karena di sana itu publik space, maka jogging track-nya di luar pagar, jadi memutari lapangan, biar masyarakat sekitar pun tetap terfasilitasi," ungkapnya.

Selain itu, sisi utara bakal dijadikan sentra kuliner, untuk mewadahi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sehari-harinya berdagang di seputaran Lapangan Karang.

Kemudian akan disediakan 25 los khusus PKL, sehingga tempatnya pun menjadi lebih layak dan representatif.

"Jadi, modelnya pakai los, terbuka, tidak ada sekat-sekat. Sekarang kan PKL-nya cuma pakai tenda-tenda. Ini intinya untuk memfasilitasi mereka," ujarnya.

"Kenapa 25 los? Karena di sana kan ada dua segmen, pagi-siang dan sore-malam. Nanti konsepnya tetap bergantian. Kalau kita beri satu los per PKL, dari sisi lahan tak cukup, karena relatif tidak besar," imbuh Fahrul. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved