Kabupaten Klaten

Tinjau Korban Banjir di Pesu, Bupati Klaten Sri Mulyani : 52 Rumah Terendam Parah, 125 KK Terdampak

Tinjau Korban Banjir di Pesu, Bupati Klaten Sri Mulyani : 52 Rumah Terendam Parah, 125 KK Terdampak

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat meninjau korban banjir di Dusun Mawen, Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani mengunjungi korban banjir akibat jebolnya tanggul sungai Slegrengan yang berada di Dukuh Mawen, Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Minggu (7/2/2021).

Pantauan Tribun Jogja di lapangan, Sri Mulyani tiba di Dukuh Mawen, Desa Pesu sekitar pukul 10.00 WIb.

Setiba di lokasi, Sri Mulyani sempat memantau para relawan dalam membersihkan gorong-gorong dan saluran air di dusun itu.

Selanjutnya, Sri Mulyani juga sempat mengecek dan melaksanakan gotong royong perbaikan tanggul sungai Slegrengan yang jebol dihantam banjir.

Ia juga mengecek RT 6, 7 dan 8 yang menjadi lokasi terparah saat banjir menerjang pada Kamis malam tersebut.

Pada tiga RT itu air sempat menggenang hingga setinggi 1 meter. Namun saat ini air sudah mulai surut. Ketinggian air terpantau sekitar 10 sampai 20 sentimeter.

Dalam kunjungan itu, orang nomor satu di Klaten ini juga memberikan bantuan kepada para korban banjir.

"Hari ini adalah hari ketiga pascabanjir pada Jumat kemarin. Baru hari ini saya bisa ngecek ke lapangan. Di Pesu ini akibat tanggul jebol terdapat 125 KK yang terdampak," ujar Mulyani saat ditemui di sela-sela kunjungan itu.

Banjir Mulai Surut, Warga Pesu Klaten Mulai Bersih-bersih Rumah

Banjir, Tanggul Jebol hingga Pohon Tumbang Dilaporkan Melanda 12 Desa dari 4 Kecamatan di Klaten

Menurut Sri Mulyani, di Dukuh Mawen sendiri terdapat 52 rumah yang terendam air cukup parah saat banjir melanda.

"Ada 52 rumah yang (terendam) cukup parah, bahkan sampai ada warga yang naik ke genteng rumah untuk menyelamatkan diri saat banjir," ujarnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh relawan dan komunitas yang cepat tanggap dan membantu korban banjir di Desa Pesu tersebut.

"Ini kami sudah terjun langsung kami minta warga tetap semangat. Selain itu para relawan dari berbagai komunitas dan organisasi juga ikut membantu penanganan, ini sangat membanggakan bagi saya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mulyani juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di dalam sungai atau gorong-gorong.

Perilaku itu, kata dia juga bisa menyebabkan terjadinya banjir jika musim hujan melanda.

"Saya imbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Tadi itu di gorong-gorong relawan ada mengeluarkan kasur dari gorong-gorong," jelasnya.

Mulyani berharap agar masyarakat tetap waspada karena musim penghujan di Klaten diprediksi hingga Maret 2021.

"Jadi kita minta masyarakat tetap waspada. Terutama yang tinggal di bantaran sungai karena musim hujan masih ada. Tentunya perlu waspada kita bersama," tandasnya. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved