Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Muncul Kubah Lava Baru di Puncak Merapi, BPBD DIY Pastikan Siap Layani Warga yang Ingin Mengungsi

Gunung Merapi dilaporkan memiliki kubah lava baru yang terletak di tengah kawah sisi tenggara.

TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Kubah Lava Baru 2021 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan memiliki kubah lava baru yang terletak di tengah kawah sisi tenggara.

Sebelumnya, Gunung setinggi 2.930 meter di atas permukaan laut itu  juga memiliki kubah lava yang berada di tebing barat daya.

Dengan munculnya kubah lava baru ini, Gunung Merapi saat ini memiliki dua kubah lava.

Menyikapi hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengungkapkan, saat ini radius potensi bahaya Merapi belum mengalami perubahan. Yakni di dalam radius 5 km dari puncak gunung.

Pasalnya, menurut pantauan BPPTKG, laju pertumbuhan kubah lava baru tersebut tergolong sangat lambat dan belum menunjukkan adanya potensi bahaya lebih lanjut.

Pertumbuhan kubah lava baru Merapi tersebut sangat lambat dibanding kubah lava yang ada di tebung Barat Daya gunung setinggi 2.930 meter di atas permukaan laut itu.  

"Ada kubah lava kembar di barat dan timur, yang timur masih embrio atau kecil. Artinya rekomendasi daerah ancaman masih tetap. Pemukiman di luar 5 km aman," terang Biwara Minggu (7/2/2021).  

Hingga saat ini hanya ada satu barak pengungsian yang diaktifkan. Yakni pengungsian di Purwobinangun, Pakem, Sleman, yang dimanfaatkan untuk menampung masyarakat di Padukuhan Turgo.

UPDATE Gunung Merapi : Pertumbuhan Kubah Lava Capai 12.600 Meter Kubik Per Hari

Pengda Kagama DI Yogyakarta Salurkan Bantuan Sembako untuk Pengungsi Merapi

Menurut Biwara, lokasi Padukuhan Turgo sebenarnya berada di luar radius bahaya Gunung Merapi. Jaraknya dengan puncak adalah sejauh 6,5 km.

Namun, penduduk memilih untuk mengungsi karena masalah psikologis seperti adanya kekhawatiran dan kecemasan. Mereka merasa lebih aman ketika mengungsi.

"Ini persoalan psikologis dan sosial, harapannya BPBD kabupten bisa mengkondisikan itu. Jika ada kekhawatiran kemudian dievakuasi. 

"Kalau ada yang mau mengungsi harus dilayani ya. Tapi rekomendasi itu masih tetap," sambungnya.

Saat ini terdapat 14 barak pengungsian yang bisa diaktifkan sewaktu-waktu. Seluruhnya tersebar di sepanjang ring Merapi.

Ketika disinggung dengan potensi bahaya lahar dingin, Biworo memastikan bahwa fenomena alam itu belum berpotensi menimbulkan bahaya kepada masyarakat setempat.

"Lahar dingin ditentukan curah hujan dan material di atas Merapi. Material belum banyak dan sungainya sudah dalam-dalam, potensi untuk lahar dingin untuk  meluap itu relatif kecil," jelasnya. (Tribunjogja/Yuwantoro Windajie)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved