Berita Kesehatan

Alasan Kenapa Penderita Diabetes Harus Waspada Jika Kulit Gatal-gatal

Orang dengan diabetes memang cenderung mengalami kulit gatal lebih sering daripada mereka yang tidak menderita diabetes.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
WebMD
Ilustrasi 

3. Xantomatosis erupsi

Lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 , kondisi ini membentuk lesi kuning pada kulit seukuran kacang.

Kadar kolesterol dan lemak yang tinggi meningkatkan risiko erupsi xanthomatosis.

Bintik-bintik itu sering muncul di kaki, kaki, tangan, lengan, dan bokong.

Setiap benjolan akan memiliki lingkaran merah di sekitarnya dan mungkin terasa gatal.

Gejala dan penyebab gatal

Gejala gatal bervariasi dan bergantung pada penyebabnya.

Misalnya, jika seseorang menderita neuropati perifer, mereka lebih mungkin mengalami gatal-gatal di bagian bawah kaki.

Mereka mungkin juga mengalami kehilangan sensasi, biasanya di kaki atau tangan. Sensasi kesemutan mungkin menyertai gejala ini.

Orang dengan kondisi kulit atau infeksi tertentu akan gatal di tempat bercak atau lesi.

Rasa gatal bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan pakaiannya, membangunkannya di malam hari, dan membuat dia merasa seolah-olah selalu ingin menggaruk.

Perawatan kulit gatal

Penderita diabetes dapat mengambil beberapa langkah untuk menjaga kesehatan kulit dan menghilangkan rasa gatal, termasuk:

  • Mengelola diabetes dengan hati-hati dan mencegah kadar gula darah menjadi terlalu tinggi.
  • Menghindari mandi air panas. Air panas bisa menghilangkan kelembapan dari kulit.
  • Mengoleskan skin lotion saat kulit masih lembap setelah mandi atau mandi. Namun, penderita diabetes sebaiknya tidak mengoleskan losion di sela-sela jari kaki, karena dapat bekerja dengan kelembapan untuk menarik jamur berbahaya.
  • Menghindari pelembab yang mengandung pewangi atau pewarna yang keras. Cari produk dengan label yang menyatakan bahwa lotionnya "lembut" atau "hipoalergenik". Beberapa produsen membuat losion khusus untuk penderita diabetes.
  • Mengubah gaya hidup juga dapat membantu mengurangi gejala kulit. Ini termasuk makan makanan yang sehat.

Kapan harus ke dokter?

Siapa pun dengan diabetes yang mencoba pengobatan rumahan untuk mengobati gatal-gatal tetapi tidak melihat adanya perbaikan setelah sekitar 2 minggu harus berbicara dengan dokter mereka tentang pilihan lain.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved