Breaking News:

Bisnis

DPKP DIY : Petani Harus Berkemampuan Olah Hasil Produksi untuk Tingkatkan Perekonomian

Dengan kemampuan olah hasil produksi, maka para petani dapat mengantisipasi kerugian apabila harga komoditas hasil panen mengalami penurunan harga.

SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi pertanian 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong para petani di daerah harus memiliki kemampuan mengolah hasil panen secara mandiri untuk meningkatkan perekonomian.

Dengan kemampuan tersebut,  maka para petani dapat mengantisipasi kerugian apabila harga komoditas hasil panen mengalami penurunan harga.

Apalagi, pada masa pandemi harga produk pertanian tidak optimal.

Ditambah lagi, faktor cuaca buruk menjadi tantangan sendiri  yang dapat membuat hasil panen terganggu.

Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan, DPKPP Gencarkan Sosialisasi ke Petani dan Peternak

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Syam Arjayanti mengatakan, hanya sebagian saja petani yang mampu mengolah hasil panennya menjadi suatu produk.

"Saat ini di wilayah Yogyakarta jumlah petani yang terdata oleh kami sebanyak 310.605 jiwa. Namun, hanya sebagian kecil yang dapat  mengolah hasil panennya," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Kamis (04/01/2021).

Padahal pengolahan hasil panen dapat membuat petani meraup untung yang lebih besar dibandingkan dengan menjualnya secara langsung.

Karena, petani akan memiliki pasar yang lebih luas.

Di wilayah Yogyakarta sendiri, kelompok petani yang dinilai cukup berhasil dalam mengolah produknya yaitu petani salak di daerah Turi, Sleman.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved