Ada Pembatasan Masuk ke Arab Saudi, Kanwil Kemenag DIY Setop Pendaftaran Umroh Sementara Waktu

Muculnya kebijakan pembatasan akses masuk oleh pemerintah Arab Saudi terhadap 20 negara berdampak panjang bagi keberlangsungan ibadah

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Muculnya kebijakan pembatasan akses masuk oleh pemerintah Arab Saudi terhadap 20 negara berdampak panjang bagi keberlangsungan ibadah umroh dari Indonesia, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwi) Kemenag DIY Edhi Gunawan, mengatakan pihaknya kini masih belum mendapat informasi lebih lanjut, sampai kapan kebijakan pembatasan akses masuk Arab Saudi tersebut diberlakukan.

Namun demikian, dirinya menjelaskan bahwa tak sedikit para calon jemaah yang membatalkan keberangkatan umroh karena sudah mengalami dua kali penundaan.

Sebanyak 12 Pegawai dan Relawan BPBD DIY Positif Swab Antigen COVID-19

"Ada banyak yang menunda berangkat, karena umroh tahun ini kan serba terbatas. Kalau jumlahnya saya kurang hafal," katanya, kepada Tribun Jogja, Rabu (3/1/2021).

Ia menambahkan, pihak Kemenag sejauh ini sudah mempersiapkan proses pemberangkatan calon jemaah umroh yang rencananya akan dilaksanakan pada Februari ini.

Januari kemarin pihak Kemenag DIY juga sudah berkoordinasi dengan Biro Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) untuk memastikan data jemaah yang siap berangkat.

"Tapi Selasa kemarin muncul informasi bahwa pemerintah Arab Saudi kembali menutup akses masuk. Otomatis jemaah yang siap berangkat harus tertunda," imbuhnya.

Edhi turut prihatin terhadap para jemaah yang tertunda berangkat umroh lantaran kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut.

Agar tidak berbuntut panjang, Kemenag DIY menginstruksikan kepada 88 PPIU yang berizin di DIY supaya menutup pendaftaran para calon jemaah haji.

"Saya minta selesaikan dulu urusan jemaah yang saat ini tertunda. Jangan lakukan pendaftaran umroh dulu untuk sementara ini," tegasnya.

Imbauan penutupan pendaftaran calon jemaah itu pun turut direspon oleh salah satu pengelola biro PPIU di Yogyakarta.

Salah satu pengelola biro PPIU di Yogyakarta yang tak ingin disebut namanya ini mengatakan, secara prinsip pihaknya mengikuti arahan Kemenag.

Pengelola biro ini pun mengaku prihatin kepada para calon jemaah yang kembali harus tertunda berangkat umroh.

Sembuh dari Covid-19, Bupati Sleman Sri Purnomo Sudah Ngantor Lagi

"Harusnya Februari ini ada 14 yang berangkat. Tapi terpaksa ditunda, ya prihatin sih," ujar sumber tersebut.

Sejak awal pertama kali adanya kebijakan pembatasan akses masuk ke Arab Saudi, dirinya mencatat sudah ada sekitar 200 calon jemaah yang tertunda.

Secara prinsip adanya pembatasan aksss masuk Arab Saudi kali ini tidak begitu berpengaruh dengan biaya profesional lantaran pemesanan hotel dan tiket pesawat dapat dikondisikan.

"Dan adanya penutupan sementara pendaftar jemaah umroh ini ya gak apa-apa. Kalaupun ada yang daftar juga kami malah repot harus jagain uang dari konsumen," tandasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved