Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

227 Pengungsi Gunung Merapi di Klaten Pulang ke Rumah Setelah Mengungsi Hampir 3 Bulan

Pengungsi Gunung Merapi di TES tersebut didominasi oleh kelompok rentan seperti para lansia, ibu-ibu dan anak-anak.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Seorang warga mengecek bilik pengungsi yang telah dikosongkan oleh para pengungsi di TES Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Rabu (3/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pengungsi Gunung Merapi di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten meninggalkan TES tersebut dan pulang ke rumah masing-masing, Rabu (3/2/2021).

Pengungsi Gunung Merapi di TES tersebut yang didominasi oleh kelompok rentan seperti para lansia, ibu-ibu dan anak-anak meninggalkan TES tersebut secara mandiri.

Pengungsi yang masuk dalam kategori kelompok rentan menumpangi dua unit mobil yang disiapkan oleh pemerintah desa.

Sementara sebagian besar lainnya pulang dengan mengendarai kendaraan pribadi.

Pengungsi Gunung Merapi di TES Balerante Klaten Berencana untuk Pulang ke Rumah Rabu Depan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sip Anwar mengatakan jika jumlah pengungsi di TES Balerante itu berjumlah sebanyak 227 pengungsi.

Ratusan pengungsi itu berasal dari lima dusun yang masuk dalan Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi seperti Dusun Gondang, Ngipiksari, Sukorejo, Ngelo dan Sambungrejo.

"Sebenarnya imbauan kami belum mengizinkan pengungsi pulang karena status Merapi masih siaga level tiga. Saya minta untuk tetap di TES dulu," ujarnya saat ditemui di kantor Desa Balerante, Rabu (3/2/2021).

Meski begitu, lanjutnya, para pengungsi yang memilih untuk pulang ke rumah masing-masing itu juga memiliki alasan kuat kenapa mereka memilih untuk pulang meninggalkan TES itu.

Pengungsi Gunung Merapi Berencana Pulang ke Rumah, Begini Kata Bupati Klaten Sri Mulyani

"Alasannya karena sudah hampir tiga bulan berada di pengungsian jadi ini karena tingkat kejenuhan. Selanjutnya karena kondisi merapi yang dinilai mengalami penurunan aktivitas," jelasnya.

Setelah para pengungsi pulang ke rumah, kata Sip Anwar pihaknya bakal tetap membuka TES tersebut untuk bersiaga selama status Merapi belum turun.

Selain itu, BPBD Klaten juga bakal memantau aktivitas para pengungsi yang berasal dari lima dusun tersebut selama status Merapi masih siaga.

"Kami untuk pos siaga akan kami buka di TES ini. Nanti dari BPBD akan memantau aktivitas warga. Saya juga minta jika sudah di rumah masyarakat diminta untuk selalu waspada," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved