Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Pengungsi Gunung Merapi Berencana Pulang ke Rumah, Begini Kata Bupati Klaten Sri Mulyani

Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta pengungsi Gunung Merapi di TES Desa Balerante untuk selalu mewaspadai ancaman Merapi.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat ditemui di perkantoran Pemkab Klaten, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta pengungsi Gunung Merapi di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten untuk selalu mewaspadai ancaman Merapi.

Hal itu diminta Sri Mulyani menyikapi keinginan pengungsi Gunung Merapi yang telah 3 bulan mengungsi di TES tersebut dan berencana untuk pulang ke rumahnya pada Rabu (3/2/2021).

"Tentu itu sudah ada kajiannya. Kalau Pemerintah Kabupaten Klaten selalu menyiapkan tempat evakuasinya, kalau memang masyarakat ingin pulang tetap tingkatkan kewaspadaan," ujarnya saat ditemui perkantoran Pemkab Klaten, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Pengungsi Gunung Merapi di TES Balerante Klaten Berencana untuk Pulang ke Rumah Rabu Depan

Menurut Mulyani, jika seandainya terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi kembali masyarakat diminta untuk kembali berada di TES  Balerante tersebut.

"Kalau ada apa-apa segera merapat di TES lagi. Karena kita tahu ini pengungsi di TES sudah cukup lama dan memang ada kejenuhan," jelasnya.

Sebelumnya, pengungsi Gunung Merapi di TES Desa Balerante, telah berencana untuk meninggalkan TES tersebut dan pulang ke rumah pada Rabu (3/2/2021) mendatang.

Koordinator Pengungsi di TES Desa Balerante, Jainu membenarkan rencana kepulangan pengungsi di TES tersebut.

"Betul. Rencananya itu tanggal 3 Februari, hari Rabu jam 8 pagi," ujarnya.

Menurut Jainu, kepulangan pengungsi tersebut merupakan permintaan pribadi dari para pengungsi karena didasari semakin menurunnya aktivitas gunung tersebut pasca erupsi pada Rabu (27/1/2021) lalu.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Letusan Gunung Merapi di Klaten Diperpanjang Hingga Pertengahan Februari 2021

"Pertimbangannya Merapi sudah aman pasca erupsi 27 Januari lalu dan sampai sekarang tidak ada aktivitas merapi yang cenderung signifikan, cenderung semakin kecil awan panas dan lava pijar itu," katanya.

Ia pun mengatakan jika pada proses kepulangan pengungsi di TES Balerante itu, pihaknya tidak melakukan pengawalan khusus.

"Karena kemarin evakuasinya evakuasi mandiri dan pulangnya juga sendiri-sendiri. Kalau yang kita butuh armada buat yang jompo atau yang sakit," ujarnya.

Menurut Jainu, untuk kepulangan hewan ternak pengungsi akan mulai dilakukan secara bertahap pada Kamis (4/1/2021) mendatang. ( Tribunjogja.com

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved