Breaking News:

Bisnis

Terdampak Pandemi, 50 Hotel dan Restoran di DI Yogyakarta Gulung Tikar

50 hotel dan restoran yang tutup dan dijual tersebut kebanyakan jenis non bintang.

file.alotrip.com
ilustrasi hotel 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mimpi buruk para pelaku usaha hotel dan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di tengah pandemi COVID-19 terus menghantui.

Hingga hari ini Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat sudah ada 50 hotel dan restoran yang gulung tikar dan asetnya telah terjual di penghujung 2021.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono menyampaikan, total anggota PHRI di DIY saat ini sebanyak 425.

Sebanyak 170 hotel dan restoran dalam kondisi nyaris pailit, dan 205 lainnya tidak stabil.

Baca juga: Tingkat Okupansi hotel Jeblok, PHRI DIY: PSTKM Ini Berpotensi akan Menambah Korban Lagi

"Sementara 50 hotel dan restoran sisanya sudah tutup dan asetnya dijual. Itu informasi yang kami dapatkan dari teman-teman PHRI," katanya, kepada Tribunjogja.com, Selasa (2/2/2021)

Deddy mengatakan, 50 hotel dan restoran yang tutup dan dijual tersebut kebanyakan jenis non bintang.

Mereka menjual asetnya lantaran untuk membayar pesangon karyawan yang telah dirumahkan sejak pandemi COVID-19 masuk ke DIY.

"Dulu yang bintang empat sampai lima masih kokoh, sekarang ikut kesulitan dan hampir bangkrut," imbuh Deddy.

PHRI meminta adanya solusi dari pemerintah agar mereka mampu bertahan ditahun kedua pandemi COVID-19.

Karena menurut Deddy, dua bulan ke depan adalah waktu maksimal para pelaku usaha perhotelan dan restoran di DIY untuk dapat bertahan.

Baca juga: Moratorium Pembangunan Hotel Baru di Kota Yogyakarta Kembali Diperpanjang

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved