Breaking News:

Kenaikan Harga Indeks Konsumen Picu Terjadinya Inflasi di DI Yogyakarta

Perkembangan beberapa komoditas yang menunjukkan kenaikan yang mendorong terjadinya inflasi membuat harga indeks konsumen (IHK)

TRIBUNJOGJA/ Nanda Sagita Ginting
Berbagai kebutuhan pokok yang dijual di jalan Mayor Suryotomo, Kota Yogyakarta. 

Terjadinya inflasi yang megakibatkan naiknya harga konsumen. Turut dipengaruhi dari minimnya daya serap produk selama pandemi.

Belum optimalnya aktivitas perekonomian membuat daya serap diberbagai produk mengalami penurunan.

"Sekarang kan, aktivitas ekonomi belum begitu stabil. Produknya ada namun permintaannya masih minim yang mengakibatkan harga-harga komoditas terutama pangan bisa dengan mudah mengalami perubahan harga," terangnya.

Baca juga: Warga Bantaran Kali Code Yogyakarta Lebih Khawatirkan Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi

Baca juga: Pemilik 85 Bidang Tanah Terdampak Tol Yogya-Solo di Desa Sidoharjo Klaten Terima Uang Ganti Rugi

Pada akhir Januari hingga awal Februari 2021.

Pihaknya malah menemui terjadinya penurunan harga pada komoditas daging dan telur ayam ras.

Di pasar, harga daging ayam ras  sehrnya hanya Rp 18 ribu per kilogram sedangkan telurnya bisa didapati dengan harga Rp 15 ribu per kilogram.

"Ini awal bulan sudah terjadi deflasi pada komoditas daging dan telur ayam ras. Hal ini memang biasa terjadi akibat tidak stabilnya permintaan dengan persedian. Apalagi, sektor horeka yang belum optimal beroperasi padahal serapan pasar terbesar bergantung pada sektor tersebut," pungkasnya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved