DPRD DIY Soal Donor Plasma Konvalesen: Pemda Jangan Cuma Iklan, Tapi Aktif Menawarkan

Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY meminta kepada Pemerintah DIY untuk terus melakukan sosialisasi donor plasma

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPRD DIY, Rabu (20/1/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY meminta kepada Pemerintah DIY untuk terus melakukan sosialisasi donor plasma konvalesen ini secara serius.

Pemda mesti mendata penyintas.

Selain itu, fasilitasi kepada calon pendonor seperti tes swab cuma-cuma penting, agar masyarakat penyintas tergerak mau mendonor.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengatakan, perlu ada dua hal yang mesti dilakukan oleh Pemerintah DIY jika memang menginginkan masyarakat penyintas mau untuk melakukan donor plasma konvalesen.

Baca juga: Potensi Longsor Susulan di Prambanan, BPBD Sleman Siapkan Bantuan Bronjong

Pertama adalah sosialisasi aktif. Tak hanya mengiklankan, tapi Pemda DIY juga aktif menawarkan.

"Ada dua hal. Sosialisasi aktif dan fasilitasi. Sosialisasi aktif berupa motivasi dan penyadaran pentingnya donor ini kepada pasien pasien yang sudah mau sembuh di rumah sakit. Ditawarkan dan didata baik baik siapa yang bersedia donor. Jadi harus aktif ditawarkan bukan sekedar diiklankan," katanya, Senin (1/2/2021).

Huda mengatakan, data pasien yang sembuh dan memenuhi syarat mesti dicatat dengan baik dan dihubungi untuk ditawari donor plasma konvalesen.

Pihaknya yakin akan banyak warga penyintas yang bersedia untuk membantu mereka yang memerlukan donor plasma ini.

Data pasien yang sembuh dan memenuhi syarat semestinya ada.

Mereka yang telah sembuh dan keluar dari rumah sakit juga mesti ditawarkan untuk donor plasma konvalesen ini.

"Data pasien yang sembuh dan memenuhi syarat dicatat baik baik dan dihubungi untuk ditawari donor. Saya yakin akan sangat banyak yang bersedia karena kegotongroyongan dan solidaritas. Karena data yang sembuh dan memenuhi syarat kan mestinya sudah ada," ujarnya.

Baca juga: Nasib Subsidi Gaji BLT Karyawan di Tahun 2021, Ini Penjelasan Menaker Ida Fauziyah

Terakhir yang juga tak kalah penting, Huda meminta fasilitasi terhadap mereka calon pendonor plasma konvalesen.

Salah satunya adalah fasilitasi tes PCR secara cuma-cuma untuk mereka yang bersedia mendonor. 

Alasan mengapa jumlah pendonor sangat minim, diantaranya karena biaya tes PCR yang disyaratkan untuk mendonorkan plasma juga tak murah.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah memfasilitasi mereka.

"Fasilitasi. Salah satunya berupa tes PCR. Menggratiskan oleh pemda. Bagi yang bersedia, karena kalau PCR sendiri juga mahal," pungkasnya. (rfk)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved