Potensi Longsor Susulan di Prambanan, BPBD Sleman Siapkan Bantuan Bronjong
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto sudah mengetahui ada tanah
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto sudah mengetahui ada tanah yang longsor di kampung Sendang, RT 05, RW 02, dusun Jali, Gayamharjo, Prambanan dan mengancam rumah warga.
Menurut dia, tanah tersebut memang rawan longsor.
Karenanya, agar tidak terjadi longsor susulan, maka nantinya akan ditutup dengan bronjong.
Namun, supaya rekahan tanah yang sudah ada tidak tambah besar, sementara waktu diminta ditutup dengan terpal.
Baca juga: Longsor Susulan Ancam Tiga Rumah di Prambanan Sleman, Samirah Was-was Tiap Malam
"Akan kita tutup bronjong. Jadi biar tidak tambah besar, kita siapkan, kita bantu bronjong. Kita dorong kesana. Sambil untuk menyelesaikan itu, sementara tutup terpal," kata Joko, dihubungi Senin (1/2/2021).
Menurutnya, bantuan sembako dan terpal sudah diberikan.
Sementara untuk bantuan kawat bronjong sebenarnya sudah disiapkan.
Namun, soal pemasangan dilokasi, pihaknya menunggu warga siap.
Sebab, teknisnya, nanti kerja bakti bersama-sama warga.
"Kami hanya bantu material. Jadi, Itu tergantung warga. Makanya untuk sementara, kasih terpal dulu biar tidak nambah gugrusan tanah lagi," terang Joko.
Baca juga: Deretan Fenomena Langit yang Bakal Terjadi Sepanjang Februari 2021, Catat Tanggalnya
Saat ini curah hujan masih tinggi, pihaknya kembali mengingatkan kepada warga, terutama yang bermukim di kawasan zona merah longsor, seperti Prambanan, Kalasan maupun Ngemplak agar berhati-hati dan waspada.
Apabila ada genangan, agar dibuatkan aliran air supaya tidak menimbulkan kejenuhan tanah yang bisa mengakibatkan longsor.
Menurut Joko, sebenarnya warga dikawasan perbukitan, sudah banyak yang paham dengan potensi adanya bahaya longsor.
"Kami juga mengimbau, kalau ada pohon terlalu rindang, maka perlu dipangkas. Agar tidak gampang roboh," ujar dia. (Rif)