Breaking News:

Pengungsi Gunung Merapi

Barak Pengungsian Kosong, Warga Babadan 1 Desa Paten Jadi yang Terakhir Pulang di Magelang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyebut, kondisi sejumlah tempat evakuasi akhir (TEA)

Tangkapan Layar BPPTKG Yogyakarta
Minggu (31/1/2021) sore ini, Gunung Merapi terpantau luncurkan awan panas sejauh 600 meter. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyebut, kondisi sejumlah tempat evakuasi akhir (TEA) yang tersebar di beberapa titik tidak lagi menampung warga pengungsi Merapi.

Dengan pulangnya 265 warga pengungsi Babadan 1 Desa Paten, Kecamatan Dukun dari TEA Banyurojo hari ini maka tidak ada lagi warga pengungsi Merapi di wilayah itu.

"Per hari ini 1 Februari 2021, nihil atau tidak ada pengungsi Merapi lagi di Kabupaten Magelang," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto.

Baca juga: Terdampak PSTKM, Omzet Pedagang Pasar Beringharjo Barat Berkurang 70 Persen

Namun demikian Edi menjelaskan bahwa  Kabupaten Magelang masih menerapkan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi sampai 14 Februari 2021 mendatang.

Keputusan itu sebelumnya telah diperpanjang beberapa waktu lalu selama 30 hari berdasarkan Keputusan Bupati Magelang Nomor:180.182/9/KEP/46/2021 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi.

Meski kondisi barak pengungsi kosong, Edi memastikan bahwa warga akan selalu waspada terhadap peekembangan dan aktivitas Merapi.

Selain itu  pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk mengetahui potensi dampak yang ditimbulkan jika sewaktu-waktu Merapi kembali erupsi.

"Mereka siap kembali lagi ke barak jika kondisi tidak memungkinkan di desa masing-masing," jelas dia.

Sementara berdasarkan laporan BPPTKG, volume kubah lava baru Gunung Merapi disebut mengalami penurunan signifikan setelah terjadi rentetan erupsi material vulkanik pada 27 Januari lalu.

Baca juga: BMKG Prediksi Potensi Cuaca Ekstrem 10 Hari ke Depan, Waspadai Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Kendati mengalami penyusutan, laju pertumbuhan pada kubah lava masih terus berlangsung hingga saat ini.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menjelaskan, volume kubah lava sempat mencapai 58 ribu meter kubik pada 25 Januari 2021 lalu.

Kemudian pada 28 Januari 2021 mengalami penyusutan menjadi sebesar 62 ribu meter kubik karena rentetan guguran dan awan panas yang terjadi saat itu.

"Ada pertumbuhan pada kubah lava, tetapi tidak cepat. Sampai saat ini berdasar data monitoring tidak ada tanda-tanda akan adanya runtuhnya kubah bersamaan," katanya. (jsf/tro)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved