Breaking News:

Alasan Polisi Tetapkan Bocah 13 Tahun Pengemudi Mobil yang Tabrak 8 Motor di Bantul Jadi Tersangka

EHSW ditetapkan dengan status sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) atau tersangka oleh Unit Laka Lantas Polres Bantul.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polisi akhirnya menetapkan EHSW (13), bocah pengemudi mobil yang menabrak 8 motor di depan RSPAU Hardjolukito, Banguntapan, Bantul sebagai tersangka.

EHSW ditetapkan dengan status sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) atau tersangka oleh Unit Laka Lantas Polres Bantul.

Kanit Laka Lantas Polres Bantul, Iptu Maryono, menjelaskan terkait alasan penetapan tersangka terhadap bocah 13 tahun yang berasal dari kecamatan Trucuk, Klaten tersebut.

"Untuk anak yang mengemudikan kendaraan sudah kami tetapkan sebagai tersangka atau anak berhadapan dengan hukum. Karena anak masih berusia 13 tahun, maka kami mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," katanya, Senin (01/02/2021).

Baca juga: Kecelakaan Maut Bocah 13 Tahun di Bantul Dijerat Pasal 310, Proses Hukum Disertai Diversi

Baca juga: Bocah 13 Tahun Tabrak 8 Motor di Banguntapan Bantul, Ini Pasal dan Ancaman Hukuman yang Diterapkan

Ia menambahkan, penetapan status tersangka terhadap EHSW tersebut setelah memeriksa beberapa saksi dan melakukan gelar perkara.

Dari keterangan saksi dan alat bukti tersebut, EHSW dikatakan memenuhi unsur kelalaian yang diatur dalam Pasal 310 ayat 4 dan 2 Undang-undang Lalu Lintas No 22 Tahun 2009. 

Karena ancaman pidana kurang dari tujuh tahun, maka EHSW tidak ditahan.

Upaya Diversi

Pihaknya pun masih mengupayakan diversi bagi anak berhadapan dengan hukum. 

Ia menyebut ada beberapa kelalaian yang dilakukan oleh pengemudi mobil bernopol AD 1809 IC.

Unsur kelalaiannta adalah tidak menaati aturan dan tata cara berlalulintas, sebab usianya yang masih 13 tahun dan seharusnya belum diizinkan menyetir. 

Unsur lainnya adalah kurang hati-hati dalam menyetir, tidak mempunyai penduga-duga, dan tidak konsentrasi.

Barang bukti kecelakaan di depan RSPAU Hardjolukito pukul 18.30, Rabu (27/01/2021).
Barang bukti kecelakaan di depan RSPAU Hardjolukito pukul 18.30, Rabu (27/01/2021). (Istimewa)

Akibatnya beberapa pengendara motor luka-luka dan satu pengendara motor meninggal dunia di tempat. 

Terkait dengan ayah EHSW yang juga berada di dalam mobil saat kejadian, Iptu Maryono menyebut tidak terseret dalam kasus kecelakaan tersebut.

"Karena kan dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 310 menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Berarti dalam kasus ini kan si anak, sehingga orangtuanya tidak jadi tersangka," terangnya.

Kronologi Kecelakaan

Sebelumnya diberitakan, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu mobil dan 8 motor terjadi di wilayah Bantul, tepatnya di di depan RSPAU Hardjolukito, Banguntapan, Bantul

Diketahui, pengemudi mobil tersebut adalah seorang bocah yang masih berusia 13 tahun.

Akibat peristiwa tersebut, delapan motor ringsek, satu orang meninggal dunia serta beberapa orang lainnya mengalami luka-luka hingga patah tulang.

Polisi pun membeberkan sejumlah fakta serta kronologi kecelakaan tersebut.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (27/01/2021) malam pukul 18.30 WIB.

Mobil bernopol AD 1809 IC tersebut dikendai oleh EHSW, bocah yang masih berusia 13 tahun.

Baca juga: FAKTA BARU Kejadian Bocah 13 Tahun yang Menyetir Mobil di Bantul, Tabrak 8 Motor Tewaskan 1 Orang

Baca juga: Efek Pandemi, Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Gunungkidul Turun 18 Persen

Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan bermula saat lampu lalu lintas di simpang RSPAU Hardjolukito, Banguntapan Bantul menyala merah.

Saat itu, ada 8 kendaraan yang berhenti untuk menunggu lampu merah.

Namun tiba-tiba mobil yang dikendarai EHSW melaju cukup kencang dan langsung menabrak motor yang ada di depannya. 

Akibat dari kecelakaan tersebut para pengendara motor terpental, beberapa orang mengalami luka-luka.

Mulai luka terbuka, memar, patah tulang, dan ada satu korban meninggal dunia.

Kanit Laka Lantas Polres Bantul, Iptu Maryono, mengatakan anak pelaku di dalam mobil bersama ayahnya.

Warga Trucuk, Klaten tersebut rencananya akan pergi ke Srandakan, Bantul. 

ilustrasi
ilustrasi ()

Semula ayah pelaku yang menyetir, namun kemudian digantikan oleh EHSW.

Alasannya, ayah pelaku merasa tidak enak badan. 

"Perjalanan ke Srandakan dari Klaten. Sesampainya di bandara (Adisucipto), digantikan oleh sang anak. Karena ayahnya tidak enak badan. Saat kejadian hujan deras, mungkin juga karena belum mahir menyetir, sehingga terjadi kecelakaan," katanya, Jumat (29/01/2021) lalu.

Ia melanjutkan secara hukum anak pelaku memang belum diperbolehkan menyetir. Sebab usianya masih 13 tahun.

Namun demikian, menurut informasi anak tersebut memang sudah sering menyetir mobil. 

"Kalau informasi dari ayahnya, memang anaknya sudah terbiasa menyetir mobil,"lanjutnya. 

( tribunjogja.com )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved