Militer AS Dituding Bombardir Desa dan Bunuh Warga Sipil di Afganistan
Taliban tuding militer Amerika Serikat bombardir desa dan Bunuh warga sipil di Afganistan
TRIBUNJOGJA.COM, KABUL - Militer Amerika Serikat dituding melakukan penghancuran rumah warga dan membunuh sipil di Afganistan.
Tudingan tersebut disampaikan oleh Kelompok Taliban di Afganistan.
Tindakan itu merupakan balasan setelah Washington menuding mereka tidak berkomitmen dengan upaya perjanjian damai.
Tahun lalu, kedua kubu menyepakati usaha perdamaian, dengan AS siap menarik pasukannya jika kelompok itu menjamin keamanan.
"Kubu sebelah (AS) yang sudah melanggar perjanjian.
Bahkan, hampir setiap hari ada saja pelanggaran," kata juru bicara Taliban, Mohammad Naeem.
"Mereka membombardir desa, rumah, membunuh warga sipil.
Ini bukan lagi sekadar pelanggaran perjanjian. Tapi pelanggaran HAM," tegas Naeem.
Baca juga: Klaim Biaya Perawatan COVID-19 Bermasalah, RS Swasta di DI Yogyakarta Menjerit
Selain Naeem, juru bicara Taliban yang lain, Zabihullah Mujahid, juga menyatakan tudingan AS tidak masuk akal.
Diwartakan AFP Jumat (29/1/2021), Mujahid menegaskan kelompok mereka terikat penuh dengan kesepakatan pada tahun lalu.
Sebelumnya, juru bicara Pentagon John Kirby menuturkan penghentian perang di Afghanistan menjadi komitmen mereka.
Meski begitu, Kirby mengeklaim kelompok yang berdiri pada 1994 tersebut tidak berkomitmen menurunkan serangan, atau berhenti mendukung Al-Qaeda.
"Kami masih berusaha supaya negosiasi yang sudah dihasilkan bisa dijalankan," ucap Kirby dalam konferensi pers Kamis(28/1/2021).
Berdasarkan komitmen yang disepakati di Doha, Qatar, Taliban diminta untuk menghentikan serangan terhadap pasukan AS.
Kemudian mereka juga diminta menurunkan kekerasan, serta secara aktif berdialog dengan pemerintah Afghanistan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/milisi-taliban_20180617_175706.jpg)