Nasional
Menkes Sebut Kasus COVID-19 Naik 40 Persen Pasca Momen Libur Panjang
Setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 lalu, jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia meningkat dari 50 ribu menjadi 140 ribu kasus.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa kasus COVID-19 di Indonesia selalu mengalami peningkatan sekitar 40 persen pasca momen libur panjang.
Budi mencontohkan, setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 lalu, jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia meningkat dari 50 ribu menjadi 140 ribu kasus.
Penyebabnya adalah mobilitas warga yang sangat tinggi kala itu.
Kerumunan pun tak terhindarkan sehingga penularan COVID-19 semakin meluas.
Bahkan di pertengahan Januari 2021, kasus COVID-19 nasional telah menembus angka 1 juta kasus.
Baca juga: Suntik 3.000 Nakes Sehari, Menkes Yakin Vaksinasi Covid-19 Massal di DIY Bisa Ditiru Provinsi Lain
"Yang harus ditahan kasus aktifnya, yang perlu dilakukan terapkan prokes dan saat libur jangan terlalu mobilitas tinggi. Karena setiap liburan, data naik 40 persen kasus aktif," terang Budi setelah bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Rabu (28/1/2021).
Bila kasus aktif terus meningkat, RS dikhawatirkan bisa kolaps karena tak mampu menampung pasien yang sakit.
Menurut Budi, dari keseluruhan kasus aktif di Indonesia membutuhkan kapasitas tempat tidur RS sebanyak 30 persen bed non critical dan lima persen untuk bed critical atau ICU.
Budi memaparkan, di Bulan November 2020, jumlah kasus aktif di Indonesia mencapai 50 ribu kasus.
Sebanyak 30 persen atau 15 ribu diantaranya membutuhkan perawatan di tempat tidur non critical.
Adapun sebesar 5 persen atau 2,5 ribu pasien membutuhkan perawatan di ruang ICU.
"Jadi jika ada 140 ribu (kasus) lebih membutuhkan 30 persen tempat tidur atau sekitar 42 ribu (bed), jadi bayangkan butuhnya kemarin 15 ribu dan sekarang naik 42 ribu," tambahnya.
Jika kasus aktif tidak mampu ditekan, seberapa banyak pun tempat tidur yang disiapkan tak akan mampu untuk menampung lonjakan pasien covid-19.
Baca juga: Sebanyak 12.858 Orang atau 58,48 Persen Telah Jalani Vaksinasi Covid-19 di DI Yogyakarta
"RS itu diujung sampai kapanpun tidak akan pernah cukup kalau kasus aktif naik terus," tambahnya.
Budi pun meminta masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan serta mengurangi mobilitas.
Hal itu dianggap akan menekan laju penularan dan mengurangi beban tenaga kesehatan dan RS.
"Jadi bagaimana caranya bukan hanya nambah bed dan nakes tapi mengurangi kasus aktif dengan cara terapkan prokes dan kurangi mobilitas kita. Semua itu agar nakes tidak terlalu berat bebannya dalam menjalankan kewajiban melayani pasien," ujar Budi.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan, Pemda DIY selama ini selalu melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk menerapkan prokes maupun mengurangi mobilitas, termasuk saat libur panjang.
Namun bisa saja masyarakat lupa untuk menerapkan aturan tersebut.
"Upaya sudah kita lakukan, sebelum libur panjang sudah wara-wara tapi mungkin masyarakat lupa," imbuhnya.
Pemda, lanjut Pembajun akan terus melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat.
Baca juga: UPDATE COVID-19 di DIY, Bertambah 427 Kasus Baru, 15 Pasien Dilaporkan Meninggal
Selain itu mengawal masyarakat dalam menerapkan prokes, termasuk saat libur panjang.
"Sosialisasi, edukasi apakah kurang pas atau tepat. Itu kami sudah berupaya masyarakat menjalankan protokol kesehatan," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, Dinkes DIY telah meningkatkan kapasitas tempat tidur di 27 RS rujukan COVID-19.
Kapasitas bed critical atau ICU bertambah dari 76 menjadi 80 bed atau naik sebesar 17,5 persen.
"Pemanfaatan rata-ratanya sekitar 70 persen," jelas Pembayun.
Adapun bed non critical bertambah dari 642 menjadi 798 bed atau naik 20 persen dengan pemanfaatan rata-rata sekitar 80 persen. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menkes-sebut-kasus-covid-19-naik-40-persen-pasca-momen-libur-panjang.jpg)