Pendidikan

Mendaftar ke Kampus Swasta di DI Yogyakarta Cukup Lewat Satu Situs, Jogjaversitas.id

Melalui Jogjaversitas.id, calon mahasiswa dapat mengakses informasi dan memilih tiga program studi lintas PTS di DIY hanya dengan satu kali mendaftar.

TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof Dr Didi Achjari (kiri) dan Ketua Aptisi Wilayah V DIY, Prof Fathul Wahid (kanan) dalam Konferensi Pers dan Launching PMB Bersama Aptisi V DIY Tahun Akademik 2021/2022, Kamis (28/1/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah sukses meluncurkan situs Jogjaversitas.id di tahun 2020, Aptisi Wilayah V DIY kembali menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru (PMB) bersama pada tahun akademik 2021/2022 ini. 

Melalui Jogjaversitas.id, calon mahasiswa dapat mengakses informasi dan memilih tiga program studi lintas perguruan tinggi swasta (PTS) di DIY hanya dengan satu kali mendaftar.

Demikian disampaikan Ketua Aptisi Wilayah V DIY, Prof Fathul Wahid, ST, MSc, PhD dalam Konferensi Pers dan Launching PMB Bersama Aptisi V DIY Tahun Akademik 2021/2022, Kamis (28/1/2021). 

“Jogjaversitas.id telah menjadi bukti bentuk kesiapan perguruan tinggi swasta yang ada di DIY dalam menyambut mahasiswa baru di tengah pandemi dengan cara memudahkan seleksi masuk serta berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan berkualitas,” ungkap Fathul yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia tersebut.

Baca juga: Unisa Yogyakarta Catat Rekor MURI jadi Perguruan Tinggi yang Sukses Laksanakan ALD Terbanyak

Dengan pola seleksi daring, kehadiran Jogjaversitas.id memberikan kemudahan khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di luar DIY untuk dapat mendaftar kuliah di berbagai perguruan tinggi swasta yang ada di DIY tanpa harus keluar dari rumah. 

Diungkapkan Fathul, kemudahan akses informasi ini juga merupakan bagian upaya mencegah risiko penyebaran virus Corona (COVID-19).

Menurut Fathul, pendaftaran calon mahasiswa baru melalui Jogjaversitas.id tidak dipungut biaya.

Adapun setelah calon mahasiswa dinyatakan diterima, masing-masing PTS memiliki kebijakan terkait dengan biaya pendaftaran.

Apabila calon mahasiswa tidak diterima pada tiga program studi yang dipilih, Jogjaversitas.id akan akan memberikan rekomendasi program studi dan PTS yang sesuai dengan nilai rapornya.

“Pada tahun akademik 2020/2021, Jogjaversitas.id diikuti oleh 349 program studi dari 72 perguruan tinggi swasta dan telah menarik 1.919 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia,” tambah Fathul. 

Dalam masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, tren cacah pendaftar tersebut merupakan wujud terjaganya kepercayaan masyarakat untuk memilih DIY sebagai destinasi pendidikan tinggi.

Pada tahun lalu, lima program studi yang mendapatkan animo tertinggi adalah Psikologi, Manajemen, Akuntansi, Hukum, dan IImu Pemerintahan. 

Sementara itu, tiga perguruan tinggi yang mendapatkan cacah pendaftar terbanyak adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Anmad Dahlan, dan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.

Baca juga: Tantangan Perguruan Tinggi di Masa Pandemi, Harus Cepat Adaptasi dan Berkontribusi Nyata bagi Warga

Fathul menambahkan, diharapkan Jogjaversitas.id dapat terus berkontribusi dalam mempertahankan animo masyarakat di seluruh Indonesia untuk berkuliah di kota pelajar, serta menunjukkan kepedulian PTS di wilayah DIY untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia dari Yogyakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof Dr Didi Achjari mengungkapkan, hasil evaluasi PMB bersama tahun lalu, ada kampus yang memiliki banyak peminat dan ada kampus yang belum. 

"Tahun ini kami buka kesempatan terutama untuk yang tahun lalu belum bergabung dalam Jogjaversitas.id. Upaya kami untuk memastikan kampus-kampus yang bergabung nanti benar-benar kampus yang bermutu," imbuhnya. 

Menurut Didi, Jogjaversitas.id juga merupakan upaya kerja sama agar kampus-kampus dapat bertahan dan menjaga mutunya dengan baik di masa pandemi ini. 

"Pendaftar bisa meneliti semua aspek yang kami sampaikan di dalam laman. Termasuk status universitas dan mutu. Kami harap pendaftar dapat mencermati ini sebelum mendaftar," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved