Erupsi Gunung Merapi

ERUPSI Gunug Merapi : Aktivitas Letusan Masih Tinggi, Teramati Awan Panas dengan Jarak Luncur 2 Km

BPPTKG melaporkan, teramati 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya pada pukul 10.13 WIB. 

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
twitter BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 28 Januari 2021 pukul 10.13 WIB. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas erupsi Gunung Merapi terpantau masih tinggi hingga hari ini (Kamis, 28/1/2021).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, teramati 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya pada pukul 10.13 WIB. 

"Awan panas guguran Merapi tanggal 28 Januari 2021 pukul 10.13 WIB. Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 69 mm dan durasi 175 detik, tinggi kolom tak teramati, cuaca berkabut, estimasi jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya (hulu Kali Krasak dan Boyong)," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Kamis (28/1/2021). 

Baca juga: Kamis Pagi, Hujan Abu Gunung Merapi Tipis Kembali Guyur Desa Tegalmulyo Klaten

Pada periode pengamatan Kamis (28/1/2021) pukul 06.00-12.00 WIB, gunung tampak jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.

Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 20-28 °C, kelembaban udara 65-77 persen, dan tekanan udara 756-944 mmHg. 

Adapun kegempaan yang terjadi di antaranya 1 kali awan panas guguran sebagaimana disebutkan di atas, 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-32 mm dan durasi 11-143 detik, 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-7 mm dan durasi 15-19 detik, serta 4 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 4-17 mm, S-P 0.6-0.9 detik, dan durasi 6-9 detik. 

Berikutnya, pada periode amatan hari yang sama pukul 12.00-18.00 WIB, teramati guguran dengan jarak luncur maksimum 400 m ke barat daya (Kali Boyong dan Krasak). 

Baca juga: Cerita Bu Tikno, Pengungsi Gunung Merapi di Purwobinangun Sleman, Sudah Siapkan Dokumen Penting

Hanik menjelaskan, pada periode tersebut gunung tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II.

Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup sedang ke arah timur.

Suhu udara 17-28 °C, kelembaban udara 56-90 persen, dan tekanan udara 757.1-944.6 mmHg.

Adapun kegempaan yang terjadi di antaranya, 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-14 mm dan durasi 17-130 detik, 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 mm dan durasi 11.2 detik, serta 5 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-30 mm, S-P 0.3-0.5 detik, dan durasi 8.6-9.4 detik. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved