Breaking News:

Kriminalitas

Mahasiswi Magang yang Bunuh Bayinya di Magelang Sempat Foto Anaknya Sebelum Dimasukkan ke Koper

RH (26) tersangka kasus pembunuhan bayinya sendiri yang baru dilahirkan di asrama putri RSJ Prof Soerojo Magelang sempat mengabadikan

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota Iptu Kadek Pande Apridya Wibisana memberikan keterangan kepada wartawan usai rekonstruksi kasus pembunuhan bayi yang melibatkan seorang mahasiswi magang di RSJ Prof Soerojo Magelang, Rabu (27/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - RH (26) tersangka kasus pembunuhan bayinya sendiri yang baru dilahirkan di asrama putri RSJ Prof Soerojo Magelang sempat mengabadikan foto bayi itu sebelum dimasukkannya ke dalam koper untuk dibuang.

Fakta tersebut terungkap dalam proses rekonstruksi yang digelar oleh Polres Magelang Kota di tempat kejadian perkara TKP pada Rabu (27/1/2021). 

"Dia sempat mengambil foto bayinya sebelum dimasukkan ke dalam koper. Pengakuan tersangka untuk dikirim kepada pacarnya," terang Kasat Reskrim Polres Magelang Kota, Iptu Kadek Pande Apridya Wibisana. 

Baca juga: Meski PSTKM, DPKP DIY Sebut Jalur Distribusi Pangan di DI Yogyakarta Tetap Lancar

Baca juga: Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kulon Progo Akan Dilaksanakan Jumat Besok

Bayi yang dilahirkan itu merupakan hasil hubungan gelap tersangka dengan kekasihnya yang tinggal di Cirebon.

Polisi juga mengklaim telah melakukan pemanggilan kepada kekasih tersangka untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Dia ambil foto untuk kasih tahu sama pacarnya kalau dia sudah melahirkan. Pacarnya juga sudah kami panggil untuk diminta keterangan. Tapi sampai saat ini belum juga datang," jelas Iptu Kadek. 

Dalam rekontruksi kasus itu, total RH memperagakan sebanyak 13 adegan yang dilakukan di dalam kamar nomor 3 asrama putri Larasati RSJ Prof Soerojo Magelang

Tindakan itu dilakukan kepolisian guna memperkuat dan memperjelas proses tersangka saat mulai melahirkan, membunuh bayi hingga memasukkannya ke dalam koper untuk dibuang ke halaman belakang RSJ itu. 

Dalam rekonstruksi kasus, terungkap pula bahwa korban berusaha untuk memutuskan tali pusar bayi dengan cara menariknya sekuat mungkin.

Hal itu disebut Kasat Reskrim juga diperkuat oleh pernyataan dari Biddokkes Polda Jateng yang ikut serta memeriksa kondisi tersangka. 

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved