Breaking News:

Jawa

Dua Hari Dilanda Hujan, Puluhan Titik Longsor Tersebar di Magelang

BPBD Kabupaten Magelang meminta masyarakat yang berada di kawasan potensi bencana agar senantiasa awas.

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Warga menyaksikan material timbunan longsor di Dusun Prampelan I, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang pada Rabu (27/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang meminta masyarakat yang berada di kawasan potensi bencana agar senantiasa awas.

Apalagi, intensitas hujan dan angin di wilayah setempat sedang meningkat signifikan beberapa waktu belakangan. 

Bencana seperti longsor, banjir dan pohon tumbang diprediksi akan meningkat di masa musim penghujan ini.

Satu di antara yang cukup menyita perhatian yakni insiden longsor yang terjadi di Dusun Prampelan I, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang pada Selasa (26/1/2021) sore lalu. 

Baca juga: Longsor Terjang Dusun Prampelan I Kaliangkrik Magelang, Empat Orang Luka

Dalam insiden itu sejumlah warga dilaporkan luka-luka hingga mesti mendapat perawatan intensif di Puskesmas dan rumah sakit.

Selain itu, longsoran tanah setinggi 25 meter juga ikut membuat dua rumah warga dan dua unit kendaraan bermotor rata dengan tanah. 

"Total berdasarkan dengan data rekapitulasi kejadian longsor selama dua hari ini yakni 26-27 Januari ada sejumlah 24 kejadian yang tersebar di sejumlah titik serta satu area yang dilanda banjir," kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang, Pranowo, Rabu (27/1/2021). 

Maka itu, pihaknya meminta agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar lebih was-was dan senantiasa memantau perkembangan area masing-masing.

"Bila ada titik kumpul air yang tidak bisa mengalir normal, harus segera mengalirkan air ke tempat yang aman," katanya. 

Ditambahkan, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng dan areal perbukitan juga harus meningkatkan kewaspadaannya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Longsor di Magelang, Satu Pengendara Sepeda Motor Ditemukan Meninggal Dunia

Sebab, daerah itu disebut dia kerap menimbulkan genangan air yang berpotensi menyebabkan longsor.

"Bila tidak bisa mengalir akan terbendung dan bisa mengakibatkan longsor. Juga bila punya senderan dekat rumah harue dicek apakah air mengalir atau tidak, bila terbendung senderan tidak kuat bisa rusak atau ambrol," ujarnya. 

Upaya antisipasi juga telah dilakukan oleh BPBD setempat guna mengurangi risiko terjadinya bencana di Kabupaten Magelang.

Hal itu meliputi, imbauan kepada warga yang berada di bantaran sungai dan perbukitan serta persiapan peralatan dan juga perlengkapan bencana yang sekiranya siap digunakan jika sewaktu-waktu terjadi insiden di wilayah itu. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved