Kebijakan PSTKM di SMK

Sabar, Selama PSTKM Praktikum SMK di DIY Tidak Diizinkan

Praktikum SMK Tidak Diizinkan Selama PSTKM, Kepala Sekolah: Ini Sangat Menghambat

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Ilustrasi : Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh siswa dicek suhu tubuhnya satu persatu menggunakan thermal gun. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Beberapa kebijakan diambil pemerintah DIY  selama diterapkan Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM). 

Di antaranya pembelajaran praktik atau praktikum secara tatap muka terbatas bagi SMK tidak diperkenankan selama pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PSTKM) berlangsung di DIY.

Menanggapi kebijakan ini, Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Bujang Sabri menuturkan, kebijakan tersebut sangat menghambat pembelajaran.

“Sangat sangat menghambat. Apalagi untuk SMK. Karena harus pembelajaran praktik, tidak bisa siswa hanya melihat, harus melakukan,” ujarnya kepada Tribun Jogja, Selasa (26/1/2021).

Bujang melanjutkan, dengan ditiadakannya praktikum, maka guru juga tidak bisa melakukan proses penilaian.

Pemberlakukan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di DIY telah masuk pekan kedua. Penurunan pengunjung di Malioboro mencapai 50 persen. Sebagian pedagang terpaksa tak beroperasi karena tak ada pembeli.
Pemberlakukan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di DIY telah masuk pekan kedua. Penurunan pengunjung di Malioboro mencapai 50 persen. Sebagian pedagang terpaksa tak beroperasi karena tak ada pembeli. (TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)

“Tanpa melakukan tidak bisa dilakukan penilaian. Kami hanya bisa memutarkan video, anak-anak hanya menonton.

Dia harus praktik membuat, misalnya kabel model ekor babi, mata itik, tetapi mereka tidak bisa membuat, hanya melihat.

Di praktik itu kami (guru) menilai proses kerja, bukan hasil, kalau tanpa praktik kan enggak bisa,” bebernya.

Bujang menuturkan, sebelum PSTKM diberlakukan, pada November dan Desember 2020 lalu pihaknya telah menyiapkan jadwal praktikum tatap muka terbatas pada semester genap untuk siswa kelas X, XI, dan XII. Yakni, sebagian siswa masuk dan sebagian lainnya di rumah.

“Kelas X, XI, XII harusnya minggu kedua semester genap sudah melakukan praktikum. Mungkin nanti (setelah PSTKM) kami genjot yang praktiknya,” tuturnya.

Baca juga: Menurut Keterangan Masinis, Begini Kronologi Pria Yang Sengaja Lompat Ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Baca juga: Soal Jam Operasional Selama PSTKM, Biwara : Ini Kebijakan Pusat, Mau Tak Mau Harus Diterapkan

Baca juga: Dua Pejabat Pemkab Bantul Positif COVID-19, Begini Kondisinya

Ia menambahkan, kemungkinan kelak juga diperlukan mengadakan kegiatan matrikulasi terlebih dahulu sebelum praktikum dimulai.

“Selama ini baru yang teori-teori saja. Tapi, kalau teori terus kan anak-anak bosan juga,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved