Breaking News:

Berita Gunungkidul

Laka Laut di Pantai Gunungkidul Turun Selama 2020, SAR Tetap Ketat Awasi Pengunjung

Laka Laut di Pantai Gunungkidul Turun Selama 2020, SAR Tetap Ketat Awasi Pengunjung

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yudha Kristiawan
Dokumentasi SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul
Petugas SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul saat mengevakuasi korban nyaris tenggelam di Pantai Wediombo, Girisubo pada Sabtu (24/01/2021) lalu. Korban nyaris tenggelam setelah terpeleset saat tengah memancing. Petugas SAR yang melihat kejadian itu pun langsung melakukan pertolongan. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Angka kecelakaan laut di perairan selatan Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan drastis sepanjang 2020 lalu.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono menyebut selama 2020 lalu, pihaknya mencatat ada 53 kasus laka laut. Korbannya mencapai 74 orang.

"7 korban meninggal dunia dan semua berhasil ditemukan. 67 sisanya selamat," katanya pada wartawan, Selasa (26/01/2021).

Marjono menjelaskan, angka laka laut di 2020 mengalami penurunan hingga 40 persen dibanding 2019.

Menurutnya, penurunan itu terjadi karena pengunjung cenderung lebih sepi lantaran situasi pandemi COVID-19.

Baca juga: Update Covid-19 Kabupaten Kulon Progo 26 Januari 2021, Tambah 37 Pasien

Baca juga: Asyik, Bisa Bayar Pakai Sistem Kode QR di Pasar Prawirotaman, Silahkan Coba

Baca juga: TERKINI KABAR Gunungkidul : Pemkab Sementara Balik Ke Aplikasi Lama Untuk Kelola Keuangan

Selain itu, pembatasan pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas tiap lokasi pantai juga membuat angka laka menurun.

Sebagai informasi, hingga kini pembatasan tersebut masih dilakukan.

Penurunan juga dilaporkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko. Bahkan turunnya terbilang sangat signifikan.

"Kalau di 2019 sampai ada puluhan kasus, pada 2020 lalu kami mencatat hanya ada 4 kasus," ungkapnya.

Suasana Pantai Kukup di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul
Suasana Pantai Kukup di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Adapun 4 kasus ini melibatkan 11 korban. Sunu mengatakan rata-rata korbannya merupakan nelayan yang tengah melaut atau memancing. Hanya satu korban tewas yang dilaporkan karena terseret ombak.

Meski terjadi penurunan, tim SAR tidak melonggarkan pengawasan yang dilakukan pada pengunjung pantai.

Sebab potensi laka laut tetap saja bisa terjadi, sehingga petugas selalu disiagakan penuh.

"Mereka disiagakan untuk memantau kepatuhan protokol kesehatan sampai keselamatan para pengunjung pantai," jelas Sunu.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved