Berita Kesehatan

Penyebab Utama Kulit Gatal Saat Gula Darah Penderita Diabetes Melonjak Tinggi

Orang dengan diabetes cenderung mengalami kulit gatal lebih sering daripada mereka yang tidak menderita diabetes

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
buoyhealth.com
ilustrasi 

Lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 , kondisi ini membentuk lesi kuning pada kulit seukuran kacang.

Kadar kolesterol dan lemak yang tinggi meningkatkan risiko erupsi xanthomatosis.

Bintik-bintik itu sering muncul di kaki, kaki, tangan, lengan, dan bokong.

Setiap benjolan akan memiliki lingkaran merah di sekitarnya dan mungkin terasa gatal.

Gejala dan penyebab gatal

Gejala gatal bervariasi dan bergantung pada penyebabnya.

Misalnya, jika seseorang menderita neuropati perifer, mereka lebih mungkin mengalami gatal-gatal di bagian bawah kaki.

Mereka mungkin juga mengalami kehilangan sensasi, biasanya di kaki atau tangan. Sensasi kesemutan mungkin menyertai gejala ini.

Orang dengan kondisi kulit atau infeksi tertentu akan gatal di tempat bercak atau lesi.

Rasa gatal bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan pakaiannya, membangunkannya di malam hari, dan membuat dia merasa seolah-olah selalu ingin menggaruk.

Perawatan kulit gatal

Penderita diabetes dapat mengambil beberapa langkah untuk menjaga kesehatan kulit dan menghilangkan rasa gatal, termasuk:

  • Mengelola diabetes dengan hati-hati dan mencegah kadar gula darah menjadi terlalu tinggi.
  • Menghindari mandi air panas. Air panas bisa menghilangkan kelembapan dari kulit.
  • Mengoleskan skin lotion saat kulit masih lembap setelah mandi atau mandi. Namun, penderita diabetes sebaiknya tidak mengoleskan losion di sela-sela jari kaki, karena dapat bekerja dengan kelembapan untuk menarik jamur berbahaya.
  • Menghindari pelembab yang mengandung pewangi atau pewarna yang keras. Cari produk dengan label yang menyatakan bahwa lotionnya "lembut" atau "hipoalergenik". Beberapa produsen membuat losion khusus untuk penderita diabetes.
  • Mengubah gaya hidup juga dapat membantu mengurangi gejala kulit. Ini termasuk makan makanan yang sehat.

Kapan harus ke dokter?

Siapa pun dengan diabetes yang mencoba pengobatan rumahan untuk mengobati gatal-gatal tetapi tidak melihat adanya perbaikan setelah sekitar 2 minggu harus berbicara dengan dokter mereka tentang pilihan lain.

Meskipun setiap orang memiliki kulit gatal dari waktu ke waktu, bagi penderita diabetes, kulit yang gatal dapat menandakan kontrol diabetes yang buruk dan potensi kerusakan saraf.

Seorang dokter dapat mengevaluasi area kulit kering atau tidak rata untuk menentukan apakah diabetes atau kondisi kulit yang mendasari penyebabnya.

Mereka mungkin meresepkan perawatan atau merekomendasikan perubahan pada rutinitas manajemen diabetes seseorang. (*/Medical News Today)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved