Dexa Hachika Jatuh Cinta Pada Seni Peran, Tekuni Teater Hingga Pentas di Jepang
Dexa Hachika sempat bercita-cita menjadi polisi wanita (polwan), tapi akhirnya memantapkan langkah menjadi pekerja seni.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Kurniatul Hidayah
Selain pementasan teater di dalam negeri, Dexa juga sempat menyicipi terlibat pertunjukan di luar negeri.
Pada tahun 2015, dia ikut di pementasan "Pembayun" yang disutradarai oleh Prof Dr Yudiaryani MA di LaSalle College of the Arts, Singapura.
Baca juga: Peringati HUT ke-74 Megawati Soekarnoputri, DPC PDIP Kota Yogyakarta Santuni Yatim Piatu
Baca juga: Perolehan 17 Juta Viewers Jadi Bahan Bakar Senja Music Terus Berkarya
Kemudian di 2018, gadis yang hobi jalan-jalan ini juga pentas "Dionysus" karya Tadashi Suzuki di Toga, Jepang.
Dexa juga terlibat pertunjukan yang sama di tahun 2019 di Victoria Theatre, Singapura serta di Toyama dan Kurobe, Jepang.
Di tahun yang sama, Dexa mendapat kesempatan untuk terlibat di pementasan "The Journey of Life” Restu Imansari Kusumaningrum dalam acara Olympic Theater di Kurobe, Jepang.
Untuk saat ini, meski di tengah pandemi Covid-19, Dexa tak ingin berhenti berkarya.
Dia menyiapkan proyek karya baru dan beberapa pertunjukan teater virtual.
"Saat ini saya sedang mempersiapkan beberapa karya yang baru saja akan saya mulai. Ada beberapa garapan karya pertunjukan teater virtual yang akan saya hadirkan tahun ini," ungkapnya. (Art)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dexa-hachika-seorang-aktor-teater.jpg)