Breaking News:

Jawa

Pemkab Klaten Perpanjang Status Tanggap Darurat Gunung Merapi hingga Akhir Januari 2021

Pemkab Klaten kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi hingga Kamis (28/1/2021) mendatang.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Visual Gunung Merapi dilihat dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi hingga Kamis (28/1/2021) mendatang.

Perpanjangan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Klaten nomor 360/5 tahun 2021 tentang status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten.

Adapun dasar dari perpanjangan status tanggap darurat letusan Gunung Merapi tersebut adalah surat kepala BPPTKG pusat vulkanologi kebencanaan geologi pada 5 November 2020 nomor 523/45BGV.KG/2020 perihal peningkatan aktifitas Gunung Merapi dari waspada ke siaga.

"Selain itu, pertimbangan lainnya untuk memperpanjang status tanggap darurat itu karena status Merapi masil level III, masih berpotensi bahaya menurut BPPTKG," ujar Kepala BPBD Klaten, Sip Anwar pada Tribun Jogja, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Bupati Klaten Sri Mulyani Minta Pengungsi Gunung Merapi untuk Tetap Bertahan di Barak Pengungsian

Dengan adanya perpanjangan status tanggap darurat tersebut, setiap perangkat daerah diminta untuk segera menjalin koordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah antisipasi penanganan kebencanaan.

Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Klaten.

Informasi yang dirangkum Tribun Jogja, hingga Jumat (22/1/2021) dari tiga desa yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, baru penduduk Desa Balerante dan Desa Tegalmulyo yang mengungsi ke Tempat Evakuasi Sementara (TES) desa tersebut.

Adapun masyarakat yang berada di KRB III di Desa Sidorejo memutuskan untuk belum mengungsi dan memilih siaga dari rumah masing-masing. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved