Breaking News:

Siaga Merapi

Untuk Kelima Kalinya, Pemkab Magelang Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Merapi

Perpanjangan itu berlaku selama 30 hari yakni mulai 16 Januari sampai 14 Februari 2021.

twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau melalui PGM Kaliurang pada Selasa (12/1/2021) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang memutuskan untuk kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana Gunung Merapi.

Perpanjangan itu berlaku selama 30 hari yakni mulai 16 Januari sampai 14 Februari 2021.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin menetapkan perpanjangan pemberlakuan status tanggap darurat bencana tersebut dalam Keputusan Bupati Nomor 180.182/9/KEP/46/2021 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto mengatakan, aktivitas Gunung Merapi kian meningkat dari hari ke hari.

Baca juga: Kamis 21 Januari 2021 Pagi, Masih Terjadi Awan Panas Guguran Gunung Merapi Berjarak Luncur 1,2 Km

Awan panas dan guguran lava disebut dia juga masih berpotensi mengancam. 

"Perpanjangan ini sudah yang kelima kalinya dilakukan sejak November lalu," kata Edi, Kamis (21/1/2021). 

Dia menyatakan, dengan status Merapi yang masih dalam status siaga perpanjangan status tersebut merupakan dasar yang akan dilakukan pihaknya dalam mengambil tindakan-tindakan darurat yang konkret di lapangan. 

Edi menyampaikan bahwa, perpanjangan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi di Kabupaten Magelang juga telah dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap kian meningkatnya aktivitas gunung tersebut. 

Baca juga: BPPTKG Catat Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Sebanyak 8 Kali Sore ini

Mengenai warga pengungsi yang saat ini tersebar di beberapa barak pengungsian, Edi memastikan bahwa semua kebutuhan dan perlengkapan akan difasilitasi oleh Pemkab. 

Edi mengklaim bahwa meski Kabupaten Magelang tidak melakukan penerapan Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM), namun ia menyatakan bahwa sektor kesehatan dan antisipasi terhadap penyebaran Covid-19 di area pengungsi tetap dioptimalkan. 

"Sudah dibuat sekat agar bisa jaga jarak, rapid test antigen juga kami berlakukan secara berkala," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved