Breaking News:

PTKM Diperpanjang, Wali Kota Magelang: Tunggu Sampai 25 Januari 2021

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang masih belum memutuskan akan memperpanjang atau tidak status Pengetatan Terbatas

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (21/1/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang masih belum memutuskan akan memperpanjang atau tidak status Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di wilayah itu meski pemerintah pusat telah mengeluarkan pernyataan untuk memperpanjang pemberlakuan PTKM di Jawa-Bali. 

"Saya belum bisa ngomong. Tanggapannya saya masih fokus selesaikan yang sampai tanggal 25 dulu toh," kata Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, Kamis (21/1/2021) malam. 

Dia menambahkan, wilayah itu dilaporkan telah mengalami perubahan indikator epidemiologi dari yang semula zona merah menjadi zona oranye.

Untuk itu, pihaknya menargetkan, Kota Magelang mampu berada di zona hijau. 

Baca juga: WHO Kembangkan Beberapa Jenis Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru, Ini Bocorannya

Baca juga: GIPI DIY Lelang Lukisan Maestro Affandi untuk Bantu Korban Bencana di Indonesia

"Cita-citanya sampai hijau. Rakyatnya sehat, ekonomi tumbuh," katanya. 

"Makanya saya belum bisa bicara. Nanti tunggu tanggal 25 selesai dulu. Masak surat keputusannya numpuk-numpuk gitu," sambung Sigit. 

Sigit juga mengingatkan agar masyarakat optimistis dan selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu disebut dia menjadi kunci dalam penanganan Covid-19. 

"Harus kita pertahankan dan tetap disiplin boleh kegiatan tapi tetap pada disiplin Prokes. Kita pernah merasakan zona hijau, jadi optimistis dan harus bisa dikendalikan," kata dia. 

Baca juga: Besok, KPU Gunungkidul Tetapkan Paslon Bupati-Wakil Bupati Terpilih

Baca juga: Basarnas Resmi Hentikan Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terhitung Mulai Hari Ini

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Majid Rohmawanto mengatakan, pelaksanaan PTKM di wilayah setempat masih belum menunjukkan hasil yang signifikan meski sudah hampir diterapkan selama 10 hari lebih. 

Kasus terkonfirmasi harian juga menunjukkan tren yang fluktuatif dan belum menunjukkan hasil yang diinginkan yakni menurun.

"Kurang lebih dua pekan ini belum ada penurunan yang signifikan, bisa juga hasil yang keluar pekan ini adalah hasil tes beberapa hari yang lalu," imbuhnya. 

Untuk itu, pihaknya bakal terus menggenjot upaya pelacakan dan memperluas cakupan tes swab.

"Target kami 122 tes dalam sepekan dan sudah tercapai dengan rata-rata 280 persen," ujarnya. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved