Breaking News:

Pengamat Sepak Bola: Pembatalan Liga Bukti PSSI Tidak Mampu Menjalankan Tata Kelola Sepak Bola

Pengamat sepak bola, Fajar Junaedi, menilai federasi sepak bola Indonesia, PSSI tidak mampu menjalankan tata kelola sepak bola.

freepik
Ilustrasi bola 

Jerman dengan Bundesliga resmi digelar kembali bulan Mei 2020, diikuti Liga Spanyol Juni 2020, kemudian disusul Liga Inggris dan Italia setelahnya.

Federasi dan pemerintah mengelola secara baik krisis yang melanda seluruh negeri, cepat menganalisis dan mengambil tindakan untuk menggulirkan liga kembali.

Semua syarat protokol kesehatan dipenuhi.

Baca juga: Tak Ada Gugatan Sengketa, KPU Bantul Segera Lakukan Penetapan Paslon Terpilih Pilkada 2020

Baca juga: Mengenal Sosok Charly, Bule Belanda yang Viral karena Jual Bakso Mie Ayam Telolet di Yogyakarta

Swab tes jadi langganan para pemain setiap minggu. Para suporternya tertib, tidak ada yang datang satu pun ke stadion.

Secara keseluruhan PSSI dinilai tidak profesional dalam mengemban amanah tata kelola sepak bola Indonesia.

Fungsi manajemen dalam tata kelola sepak bola tidak berjalan dengan baik, Fajarjun menyarankan PSSI diisi oleh para individu yang memiliki kemampuan profesionalisme.

"Termasuk kemampuan kebijakan dan administratif dalam mengelola sepak bola," ungkap pria yang juga menulis buku Merayakan Sepak Bola itu.

Selanjutnya, kebijakan pemerintah dinilai buruk oleh Fajarjun dalam menangani Covid-19. Sehingga ketidakpastian berimbas pada PSSI.

"Pun, federasi sepakbola kita juga tidak mampu meyakinkan pemerintah untuk memberi ijin. Jika manajemen tata kelola sepakbola kita masih buruk, maka penyelenggaraan liga adalah utopia," tandasnya menegaskan. (tsf)

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved