Breaking News:

Pengungsi Gunung Merapi

Pengungsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang Capai 500 Jiwa 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melaporkan hingga Selasa 19 Januari 2021 jumlah warga pengungsi

TRIBUNJOGJA/ Rendika Ferri
Ratusan warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kembali ke tempat pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melaporkan hingga Selasa 19 Januari 2021 jumlah warga pengungsi yang berada di area tersebut mencapai 500 jiwa.

Jumlah itu terdiri dari sejumlah desa yang menurut BPPTKG diprakirakan rawan terhadap erupsi Gunung Merapi. 

Namun demikian, terdapat satu desa yang tidak masuk dalam rekomendasi rawan oleh BPPTKG, namun dengan kesadaran sendiri mereka ikut mengajukan pengungsian dan difasilitasi oleh Pemkab Magelang. 

Baca juga: Leicester vs Chelsea LIVE Mola Tv Premier League Malam Ini, Lini Depan The Blues Jadi Sorotan

Baca juga: Sri Sultan HB X Resmikan Pemasangan Patok Pertama Tol Yogyakarta-Bawen di Desa Banyurejo Sleman

"Jumlah itu dinamis, artinya ada yang masuk dan keluar setiap harinya. Kan mereka ada juga yang bosan di barak pengungsian atau rindu dengan rumah dan ternaknya makanya pulang," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Selasa (19/1/2021). 

Edi menerangkan, pihaknya membagi wilayah kerja menjadi 10 posko di tempat evakuasi akhir (TEA) yakni meliputi sektor barak, logistik, keamanan, kesehatan, evakuasi dan lain sebagainya. 

Baca juga: Pemuda Penjual Rambak dorodokcu_jogja Beromzet Ratusan Juta Per Bulan, Makin Moncer Saat Pandemi

"Kerja tim memang dari berbagai instansi," jelasnya. 

Edi mengklaim bahwa meski Kabupaten Magelang tidak melakukan penerapan Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM), namun ia menyatakan bahwa sektor kesehatan dan antisipasi terhadap penyebaran Covid-19 di area pengungsi tetap dioptimalkan. 

"Sudah dibuat sekat agar bisa jaga jarak, rapid test antigen juga kami berlakukan secara berkala," ujarnya. (jsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved