Asyiknya Wisata Sejarah Batik dan Menjajal Membatik Langsung di Museum Batik Yogyakarta
Ribuan ragam rupa batik tersimpan di Museum Batik Yogyakarta, museum batik yang pertama kali didirikan tahun 1973 dan diresmikan
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ribuan ragam rupa batik tersimpan di Museum Batik Yogyakarta, museum batik yang pertama kali didirikan tahun 1973 dan diresmikan tahun 1979 silam.
Museum ini memuat sejarah perkembangan batik dari masa lalu hingga masa kini.
Dari macam raga rupa corak batik klasik, modern sampai batik peranakan, semua tercerita di sini.
Berkunjung ke museum ini, pengunjung akan disambut oleh para pemandu yang akan memandu selama perjalanan di dalam museum.
Dimulai dari sejarah batik, seksi pertama adalah alat-alat batik.
Ternyata canting yang digunakan untuk membatik tidak hanya satu macam saja.
Masing-masing canting memiliki fungsinya masing-masing.
Baca juga: Sebanyak 728 CPNS Pemkab Klaten Akan Terima SK Penetapan
Baca juga: LINK Siaran Langsung Live Streaming Leicester vs Chelsea - Frank Lampard Bakal Ketar-ketir
Seperti Canting Jegul yang juga dipamerkan di sini, digunakan untuk mendesain atau nyorek atau ngeblat yakni menggambar di atas kain.
Kemudian Canting Klowong yang untuk membuat garis pertama.
Canting Cecegan untuk membuat titik-titik. anting Carat untuk membuat 3-4 garis bersama-sama.
Macam-macam lilin batik dan komposisinya.
Pewarna alam yang biasa untuk membatik dari pewarna alami yang menggunakan secang, indigo dan tumbuhan pacar banyu.
Pewarna sintetis yang sekarang lebih banyak digunakan dalam pembatikan dengan natpol dan lainnya.
Proses pembuatan batik ditampilkan di pameran. Sebelum membatik, kain akan dimasak memakai minyak atau disebut ngetel. Tahapan membuat batik klasik sebanyak tujuh tahapan, mulai dari klowong, nembok, medel, ngerok, mbiru dan lainnya sampai jadi kain batik yang sempurna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengunjung-menikmati-wisata-sejarah-batik.jpg)