Breaking News:

Kota Yogyakarta

Wakil Wali Kota Yogyakarta : Sepekan Terakhir Grafik Pasien Covid-19 yang Dirawat Turun

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa grafik pasien Covid-19 yang dirawat di Kota Yogyakarta menurun dalam sepekan ini.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa grafik pasien Covid-19 yang dirawat di Kota Yogyakarta menurun dalam sepekan ini.

Heroe menjelaskan, hampir delapan hingga sembilan hari belakangan ini, kasus perawatan Covid-19 tiap harinya di Kota Yogyakarta mulai menurun.

"Jumlah kasus perawatan (Covid-19) tiap harinya itu sejak hampir delapan, sembilan hari ini, Kota Jogja itu turun," ungkapnya, Senin (18/1/2021).

Dia berharap grafik pasien yang dirawat terus menurun.

"Jadi kalau dilihat grafiknya ini sudah turun, ya moga-moga turunnya ini terus dilanjut. Karena kan memang fluktuasinya tinggi."

Ketua Harian Satgas Covid-19 ini menyebut jika ada penambahan dua critical ICU di Rumah Sakit Jogja pada bulan Januari ini, sehingga yang sebelumnya berjumlah 23 menjadi total 25 .

Selain itu, ada pula rencana untuk penambahan critical ICU di Rumah Sakit Pratama.

"Kalau yang rumah sakit bed itu kita belum pernah penuh karena hanya 70-80 persen, dari 206 itu paling hanya terisi 80, 70 begitu," jelasnya.

Baca juga: Sri Sultan HB X: Belum Ada Laporan Efek Samping Vaksin Covid-19 di DIY

Baca juga: Ini Instruksi Gubernur DIY Kepada Bupati dan Wali Kota untuk Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

"Tetapi kalau yang ICU kritis itu memang pada hari tertentu, terutama akhir Desember, itu kadang-kadang ada pada titik tertentu yang penuh, tapi tidak sampai lama sebenarnya karena fluktuatif itu," imbuhnya.

Heroe mengakui jika masih ada titik lemah soal informasi antar-rumah sakit yang tidak real time.

Menurutnya, rumah sakit akan melapor setiap hari pukul 12.00 WIB, namun perkembangan setelah waktu lapor tersebut yang kemudian kurang terpantau.

Kendala lainnya juga karena jumlah critical ICU yang berbeda di tiap rumah sakit.

Maka, ketika ada pengecekan di rumah sakit yang hanya memiliki critical ICU terbatas, jumlahnya akan mudah penuh.

Untuk mengatasinya, Heroe menyebut dalam satu atau dua hari ini, rumah sakit diminta untuk melaporkan secara real time agar informasi yang diterima tidak simpang siur.

"Untuk critical unit pada titik tertentu kadang memang ada penuh, tapi tidak sampai berhari-hari sebenarnya, hanya pada hari tertentu saja. Tapi untuk yang non-critical belum pernah kita sampai penuh begitu, maksimal cuma 80 persen," ucapnya. (Tribunjogja/Fatimah Artayu Fitrazana)
 

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved