Breaking News:

BPBD Kabupaten Magelang Siapkan Skenario Terburuk Menyusul Berubahnya Prakiraan Erupsi Merapi

BPBD Kabupaten Magelang menyatakan akan menyiapkan skenario terburuk dari potensi dampak bahaya Merapi. 

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Kubah Lava Baru 2021 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengaku telah menerima surat rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta terkait perubahan prakiraan bahaya erupsi Merapi.

BPBD Kabupaten Magelang menyatakan akan menyiapkan skenario terburuk dari potensi dampak bahaya Merapi. 

BPPTKG Yogyakarta sebelumnya melaporkan bahwa seiring perkembangan aktivitas Merapi, rekomendasi zona bahaya sekarang diubah menjadi maksimal lima kilometer (km) pada sektor Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sungai-sungai itu berada di sepanjang sisi selatan hingga barat daya lereng Merapi.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan sebelumnya potensi bahaya mengarah ke barat laut yang masuk wilayah Desa Krinjing, Paten, Keningar, dan Ngargomulyo di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. 

"Sementara bahaya erupsi saat ini mengarah ke sektor barat daya dan selatan dari puncak Merapi," ujarnya, Senin (18/1/2021). 

Edi mengaku akan melakukan pembahasan dengan instansi lainnya terkait rekomendasi BPPTKG itu.

Pihaknya juga akan melakukan pemetaan dan antisipasi lainnya guna memitigasi perubahan prakiraan bahaya erupsi Merapi. 

"BPPTKG hanya merekomendasikan jarak potensi bahaya Merapi dan tidak menyebutkan desa-desa terdampak. Desa yang kemarin direkomendasikan, tidak masuk dalam jangkauan sesuai skenario yang baru," katanya. 

Namun demikian, ia menyebut bahwa dengan tidak masuknya sejumlah desa yang sebelumnya dinyatakan rawan bukan menjadi jaminan bahwa desa itu aman dari dampak Merapi. 

Terlebih dari pengalaman sebelumnya, prakiraan tipe erupsi Merapi terus berubah.

Berdasarkan pantauan aktivitas vulkanik oleh BPPTKG hingga 16 Januari 2021, probalibitas mengarah pada erupsi efusif sebesar 40 persen. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved