Breaking News:

BPBD Sleman Tidak Ingin Terburu-buru Memulangkan Pengungsi Gunung Merapi

Hal itu sebagai respon atas rekomendasi BPPTKG Yogyakarta yang menyatakan adanya perubahan arah potensi bahaya dari erupsi Gunung Merapi.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH BARU - Kubah lava 2021 terlihat bertengger di atas sisa kubah lava 1997 yang runtuh beberapa bulan lalu. Dari sekitar gundukan lava berwarna hitam (jika malam merah seperti bara), guguran material terus berlangsung hingga Selasa (11/1/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, mengatakan pihaknya tidak akan tergesa-gesa memulangkan pengungsi Gunung Merapi.

Hal itu sebagai respon atas rekomendasi BPPTKG Yogyakarta yang menyatakan adanya perubahan arah potensi bahaya dari erupsi Gunung Merapi.

“Sementara, kami tidak tergesa-gesa. Kami koordinasikan dengan semua komponen karena ini memindahkan orang,” ujarnya ketika dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (16/1/2021).

Baca juga: BPPTKG Yogyakarta Rekomendasikan Pengungsi Merapi Boleh Pulang Ke Rumah, Ini Tanggapan Pakar Geologi

Baca juga: Gunung Merapi Disinyalir Memiliki Dua Titik Kubah Lava, Salah Satunya Belum Bisa Teridentifikasi

Ia menekankan, teknis pemulangan pengungsi Merapi akan dibahas secara detail di hari Selasa (19/1/2021) mendatang.

“Ini untuk kehati-hatian semua,” pungkasnya.

Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memang menyampaikan bahwa daerah bahaya Gunung Merapi berubah.

Para pengungsi Merapi kembali ke Barak Pengungsian Glagaharjo setelah beraktivitas di rumah Kalitengah Lor. Foto diambil 2 Januari 2021.
Para pengungsi Merapi kembali ke Barak Pengungsian Glagaharjo setelah beraktivitas di rumah Kalitengah Lor. Foto diambil 2 Januari 2021. (TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah)

Jika sebelumnya dikatakan bahwa potensi utama bahaya erupsi Gunung Merapi ada di Kali Gendol atau arah tenggara sesuai dengan bukaan kawah, namun pada Sabtu (16/1/2021), BPPTKG secara resmi telah mengubah rekomendasi daerah bahaya Merapi.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya.

Baca juga: Arah Bahaya Merapi Berubah, Camat Cangkringan Tunggu Instruksi BPBD Sleman Terkait Nasib Pengungsi

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sehingga, dari hasil penelitian itu, muncul rekomendasi BPPTKG bahwa masyarakat yang tinggal di luar daerah bahaya yang disebutkan tadi bisa kembali ke rumah masing-masing. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved