UPDATE Gempa Majene, Berikut Laporan Basarnas Terkait Dampak Gempa Magnitudo 6,2
BMKG mencatat, pusat gempa berada di 6 kilometer timur laut Majene dengan kedalaman 10 kilometer.
TRIBUNJOGJA.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1/2021) dini hari.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada di 6 kilometer timur laut Majene dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa yang terjadi merupakan gempa susulan yang selumnya terjadi pada Kamis (14/1/2021) siang dengan magnitudo 5,9.
Berdasarkan data terkini dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) yang diterima Kompas.com, Jumat (15/1/2021), tercatat gempa itu mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 24 orang lainnya luka-luka, serta 2.000 warga mengungsi.
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Majene Sulawesi Barat, Berikut Rincian Korban dan Kerusakan yang Terjadi
Baca juga: BPPTKG : Kegempaan Menurun, Aktivitas Deformasi Gunung Merapi Masih Tinggi
Jumlah tersebut masih bisa bertambah, mengingat saat ini masih dilakukan proses pendataan.
Di Kabupaten Majene, gempa juga membuat sejumlah bangunan rusak, yaitu Hotel Maleo, Kantor Gubernur Sulbar, rumah warga, dan jaringan listrik padam.
Sementara itu, kerusakaan juga terjadi di Kabupaten Majene dan mengakibatkan longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju dan memutus akses jalan.

Tercatat ada 62 unit rumah, 1 unit puskesmas, dan 1 Kantor Danramil Malunda mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, masyarakat masih berada di luar rumah untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar sampai saat ini masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.
Baca juga: BPPTKG: Dalam 12 Jam Terakhir, Gunung Merapi Tercatat Keluarkan 18 Kali Lava Pijar
Baca juga: BPPTKG : Deformasi Gunung Merapi Mengecil hingga 6 Cm/Hari
Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, dan terpal.
Seperti diketahui, gempa tersebut berlangsung sekitar 5-7 detik.
Gempa juga terasa hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dan beberapa daerah di Pulau Kalimantan.

Warganet banyak merepons kejadian gempa di Sulawesi Barat ini, dengan tagar #gempamajene menjadi salah satu yang terpopuler di media sosial Twitter.
Dalam beberapa unggahannya, warganet mengunggah foto dan video yang menampilkan sejumlah bangunan runtuh akibat gempa besar itu.
Beberapa warganet juga membagikan video warga yang tengah menyelamatkan korban di bawah reruntuhan bangunan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Majene, Ini Update Dampak dan Data Terkini dari Basarnas"