Breaking News:

Warga Desa Gempol Klaten Kembali Temukan Struktur Batu Bata Merah Kuno di Area Persawahan

Temuan struktur batu bata merah yang tertimbun di dalam tanah kembali ditemukan oleh warga Desa Gempol, Kecamatan Karanganom

Istimewa
Petugas Disbudparpora Klaten saat meninjau temuan struktur batu bata merah kuno yang ditemukan warga di area persawahan Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Rabu (13/01/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Temuan struktur batu bata merah yang tertimbun di dalam tanah kembali ditemukan oleh warga Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Sebelumnya, pada Desember 2020 lalu, warga desa setempat juga menemukan struktur batu bata merah kuno yang tertimbun di dalam tanah.

Adapun struktur batu bata merah yang ditemukan kali ini, diduga merupakan pagar bangunan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan ditemukan oleh seorang warga di area persawahan desa tersebut, Selasa (12/1/2021).

Pegiat Klaten Heritage Community (KHC), Harry Wahyudi mengatakan jika struktur batu bata merah kuno ditemukan pada kedalaman 80 sentimeter dan terdiri dari 3 lapis bata merah kuno yang memanjang ke arah timur laut.

Baca juga: Kamu Perlu Tahu, Hari Ini Dalam Sejarah, 2021 Syeh Ali Jaber Tutup Usia, 1907 Gempa Hebat di Jamaika

Baca juga: Syekh Ali Jaber Wafat, Umat Muslim Diajak Lakukan Sholat Ghoib, Berikut Tata Cara Pelaksanaannya

"Batu bata merah yang ditemukan ini terlihat melebar kurang lebih 1 meter, terdiri dari 4 baris bata merah yang membujur dengan arah yang sama," ujarnya pada Tribun Jogja, Kamis (14/1/2021).

Harry menambahkan, temuan struktur bata merah kuno yang diduga masih intact itu segaris dengan gumuk candi.

Adapun struktur batu bata merah itu berorientasi timur laut - barat daya dengan ukuran batu bata tebal 10 sentimeter, lebar 23 sentimeter dan panjang 36 sentimeter.

Ia menduga struktur batu bata merah kuno itu merupakan bagian pagar dari bangunan candi yang tertanam di bawah tanah.

"Dugaan awal struktur yang ditemukan diperkirakan merupakan bagian pagar keliling candinya, hal ini dikuatkan dengan ditemukan bata merah kuno yang berbentuk trapesium yang umumnya dipergunakan sebagai bagian atap pagar," jelasnya.

Ketika disinggung terkait luas area keliling dari batu bata merah yang diduga pagar candi itu, ia belum bisa memastikan secara rinci.

"Untuk luas keseluruhan belum bisa diketahui namun diperkirakan memanjang lebih dari 50 meter," tambahnya.

Baca juga: KISAH Syekh Ali Jaber, Hafiz Al Quran Asal Madinah Kemudian Pindah Indonesia

Baca juga: KUMUH, Tali Bekas Spanduk Menumpuk di Sejumlah Tiang Listrik di Seturan Sleman

Menurut Harry, temuan struktur batu merah kuno itu sudah ditinjau oleh Dinas Budaya Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Rabu (13/1/2021) untuk melakukan pendataan awal.

"Selanjutnya akan dilaporkan hasil pengamatan ke BPCB Jateng agar dilakukan penelitian lebih lanjut yang mengarah ke eskavasi, sesuai keinginan masyarakat Desa Gempol," imbuhnya.

Kemudian, Harry mengatakan jika temuan struktur batu merah kuni di Desa Gempol kali ini merupakan yang kedua dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

"Jadi di wilayah Desa Gempol sudah ditemukan 2 kali benda cagar budaya. Belum lama ini ditemukan kira-kira 100 meter timur lokasi sekarang," katanya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved