Breaking News:

Selama COVID-19 Melanda, Tercatat Sudah 10 ASN Klaten Meninggal Dunia

Sejak kasus pertama COVID-19 diumumkan pada Maret 2020 lalu, sebanyak 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Klaten dilaporkan

Istimewa
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat menyerahkan tali asih, Senin (11/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejak kasus pertama COVID-19 diumumkan pada Maret 2020 lalu, sebanyak 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Klaten dilaporkan meninggal dunia akibat virus tersebut.

Informasi yang dirangkum Tribun Jogja, sepuluh ASN yang dilaporkan meninggal dunia itu terdiri dari 3 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, 3 tenaga kesehatan termasuk seorang kepala puskesmas, 3 tenaga guru dan seorang staf teknis.

"Semoga almarhum dan almarhumah meninggal dengan husnul khatimah, diampuni segala salah dan dosanya, diterima segala amal dan ibadahnya. Sepuluh ASN meninggal saat berjuang melawan Covid-19 bersama-sama pemerintah kabupaten klaten semoga meninggal dalam kebaikan," ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Baca juga: Delapan Atlet Bulutangkis Indonesia Tersandung Match Fixing, Ini Saran Apkori ke PBSI

Baca juga: Mimpi Sandy Punya Rumah Sendiri Terwujud Setelah Menang Undian dari Mirota Kampus

Kepada sepuluh keluarga yang ditinggal oleh orang-orang yang disayanginya tersebut, pengurus Korp Pegawai Negeri (Korpri) Klaten juga berusaha untuk tetap bisa membantu melalui tali asih.

Bupati Sri Mulyani menambahkan tali asih ini bentuk kepedulian, kecintaan dan kebanggaan pemerintah kepada keluarga korban.

"Kondisi saat ini Klaten belum aman dari Covid-19. Dengan PSBB ini saya berharap protokol kesehatan terus ditingkatkan, khususnya di lingkungan kantor. Masyarakat juga harus lebih patuh. Nanti operasi yustisi penegakan protokol kesehatan untuk digalakan kembali," imbuhnya.

Baca juga: Jangan Pasrah, Lakukan 7 Tips Ini Agar Penderita Diabetes Panjang Umur

Sementara itu, Ketua Umum Korpri Klaten yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan pemberian tali asih diharapkan bisa meringankan beban duka keluarga yang ditinggalkan.

"Masing-masing ahli waris korban akan mendapatkan bantuan senilai Rp 5 juta. Dana adalah donasi sesama anggota Korpri Klaten. Jadi total bantuan yang disalurkan adalah Rp 50 juta," tandas Jaka Sawaldi. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved