IHSG

Pergerakan IHSG Diprediksi Koreksi, Emiten Perbankan, Konstruksi, Farmasi Rekomendasi Pasar Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan akan koreksi, pada Selasa (12/01/2021) karena profit taking sudah naik melebihi level

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
thikstockphotosIlustrasi
Ilustrasi IHSG 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan akan koreksi, pada Selasa (12/01/2021) karena profit taking sudah naik melebihi level tertinggi tahun lalu.

Sehingga, potensi profit taking muncul masih ada meskipun IHSG masih bisa bergerak dengan resistan terdekat di area 6.475.

Jika indeks melemah maka akan menguji level support IHSG di gap yang ditinggalkan di level 6.150. 

Baca juga: Ahli Virologi UGM Minta Masyarakat Berhenti Persoalkan Kehalalan Vaksin Covid-19 Sinovac

BRI Danareksa Sekuritas DIY, Elton B Satrianto mengatakan, aksi ambil untung investor Wall Street optimism vaksin dan stimulus jumbo pemerintah AS akan menjadi sentimen berpengaruh.

"Kemudian, kondisi politik AS juga sedikit memanas setelah insiden penyerangan gedung Capitol oleh massa Trump, dan mendorong Wapres Mike Pence mencopot Trump dari kursi presiden akan menciptakan ketidakpastian dan volatilitas di pasar," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Selasa (12/01/2021).

Lalu, dari dalam negeri sentimen berpengaruh datang masih berkaitan dengan vaksin Covid-19 yang sudah mendapatkan izin dri BPOM dan juga halal MUI, hal tersebut membuat investor semakin yakin akan perbaikan ekonomi ke depan.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG Yogyakarta Hari Ini, Selasa 12 Januari 2021

Optimisme tersebut juga tercermin dari kenaikan Indeks Kepercayaan Konsumen menjadi 96.5 pada bulan Desember dari sebelumnya 92 pada bulan November. 

Adapun, saham yang diperkirakan masih akan menggerakkan pasar adalah saham perbankan yakni BBNI,BBRI dan BMRI.

Kemudian saham emiten konstruksi seperti PTPP, WIKA dan WSKT dan saham-saham emiten yang berkaitan dengan vaksin, seperti saham farmasi. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved