Kronologi Penangkapan Harun Yahya, Daftar Kasus Hingga Dihukum 1.075 Tahun Penjara
Adnan Oktar alias Adnan Hoca atau yang lebih dikenal dengan Harun Yahya merupakan seorang penulis dan kreasionis Islam asal Turki.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM- Adnan Oktar alias Adnan Hoca atau yang lebih dikenal dengan Harun Yahya merupakan seorang penulis dan kreasionis asal Turki.
Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme yang dianggapnya sebagai sumber teorisme.
Mungkin banyak dari kita yang mengenal Harun Yahya hanya seorang tokoh yang ahli dalam berbagai disiplin ilmu, khususnya Agama dan Sains.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa Harun Yahya juga merupakan nama dari lembaga atau organisasi bisnis atau korporasi.
Baru-baru ini, dunia dibuat tercengang oleh pendakwah sekaligus penulis buku reliji yang tak lain adalah Harun Yahya tersebut.
Baca juga: Kepolisian Turki Tangkap Harun Yahya dengan Sederet Tuduhan Kejahatan Serius
Pasalnya laki-laki 64 tahun tersebut divonis 1.075 tahun penjara karena terlibat kasus kejahatan seksual.
Ia dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan kejahatan seksual kepada perempuan yang menjadi pengikutnya atau yang dikenal dengan sebutan "Kittens".
Diketahui, Oktar memiliki banyak pengikut wanita "Kittens". Di mana para "Kittens" tersebut kerap berpakaian seksi dan berdandan menor ketika mendampingi Oktar di beberapa acara televisinya.
Sampai pada akhirnya, puluhan orang melaporkan Oktar dengan tuduhan kejahatan seksual.
Menurut media lokal Turki yakni Hurriyet Daily News pada Rabu (18/7/2018), ada 45 orang yang telah melaporkan Oktar. Mereka mengaku telah mengalami pelecehan seksual bahkan pemerkosaan yang dilakukan oleh Oktar dan kelompoknya.
Baca juga: Fakta-fakta Sosok Harun Yahya yang Divonis 1.075 Tahun Penjara di Turki, Sempat Populer di Indonesia
Menurut stasiun televisi NTV, ada beberapa kejahatan yang dituduhkan kepada Oktar yaitu berupa serangan seksual, pelecehan seksual kepada anak di bawah umur, penipuan, dan juga upaya melakukan mata-mata politik dan militer.
Vonis ini dikeluarkan oleh pengadilan Istanbul, Turki, pada Senin (11/1/2021).
Penangkapan Harun Yahya
Oktar ditangkap oleh polisi Turki 2018 silam di Istanbul bersama dengan 235 pengikutnya. Kemudian pengadilan terhadap Oktar dilaksanakan sejak September 2019.
Menurut kantor berita resmi Anadolu, polisi melakukan penggerebekan di beberapa tempat di Turki, termasuk di 5 provinsi yang ada di lokasi properti milik Oktar.
Akhirnya Oktar ditangkap di rumahnya yang berada di Istanbul tepatnya di kawasan Cengelkoy.
Rupanya ini bukan kali pertama organisasi yang dijalankan oleh Oktar berurusan dengan pihak berwajib.
Sebelumnya pada tahun 1999, ia pernah ditahan karena telah melakukan intimidasi dan juga mendirikan sebuah organiasi. Akan tetapi kasus ini tiba-tiba dihentikan tanpa alasan yang jelas.
Siapa Sebenarnya Adnan Oktar atau Harun Yahya?
Adnan Oktar adalah seorang pendakwah dan penulis buku reliji asal Turki.
Adnan Oktar lahir di Ankara, Turki, pada 02 Februari 1956 dan merupukan saudara kandung dari Kenan Oktar.
Ia lahir dari pasangan Mediha Oktar dan Yusuf Oktar Arslan.
Ia dibesarkan di Ankara hingga lulus SMA. Dari situ lah Oktar banyak mempelajari karya-karya Said Nursi, yakni seorang cendekiawan Muslim Kurdi yang menulis Risale-i Nur.
Risale-i Nur merupakan sebuah ulasan Qur'ani yang meliputi ideologi keagamaan dan politik yang komprehensif.
Selanjutnya Oktar mengenyam pendidikan di Universitas Seni Rupa Murni Mimar Sinan, Universitas Istanbul.
Selama di bangku kuliah inilah pemikiran seorang Harun Yahya ditempa. Dia dikenal sebagai penceramah ulung berkat keikutsertaannya dalam berbagai pengajian.
Dari situlah Oktar membentuk suatu perkumpulan di mana ia akan berceramah soal penolakan terhadap Marxisme, komunisme, dan filsafat.
Salah satu penentangannya yaitu mengenai teori evolusi Darwin yang menurutnya hanya mengajak orang menjadi ateis, sebuah teori perpaduan mistisisme dan retorika sains.
Sejak saat itu ia mulai menjadi pendakwah dan juga menulis buku.
Dari tahun ke tahun ia makin dikenal karena pencapaiannya sangat baik.
Sampai pada tahun 2010, Adnan Oktar terpilih sebagai satu dari lima puluh orang teratas dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre of Jordan atas kontribusinya dalam penyebaran kreasionisme dalam konteks Islam, serta banyak terbitan lainnya yang tersebar luas yang berkaitan dengan topik-topik Islam.
(MG_AYU ANDIRA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/adnan-oktar-alias-harun-yahya.jpg)