Breaking News:

Yogyakarta

Usulan Anggaran Ganti Untung Proyek Tol Yogya-Solo Capai Rp 1,3 triliun

Pemerintah mengalokasikan usulan anggaran pembayaran ganti untung bagi warga terdampak pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo Seksi 1 sebesar Rp 1,3 triliun

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno 

TRIBUNJOGJA.COM - Pembayaran ganti untung tahap pertama pembangunan Tol Jogja-Solo telah dibayarkan kepada 25 warga Desa Purwomartani Kalasan Sleman senilai Rp 26,2 miliar.

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan usulan anggaran pembayaran ganti untung bagi warga terdampak pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo Seksi 1 sebesar Rp 1,3 triliun, yakni di Desa Purwomartani, Desa Tamanmartani, Desa Selomartani, Desa Tirtomartani dan Desa Bokoharjo.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) DIY, Krido Suprayitno mengatakan tahap pertama pembayaran ganti untung dan pelepasan hak atas objek pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo telah dimulai dan sudah sesuai dengan penilaian penaksir tanah independen tim appraisal.

Sejauh ini, pembayaran ganti untung tertinggi senilai Rp 2,3 miliar dan terendah senilai Rp 73 juta dari 25 warga terdampak pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo di Purwomartani.

Baca juga: Pembayaran Ganti Untung Proyek Tol Yogya-Solo di Purwomartani Sleman, Ada Warga Terima Rp2 Miliar

"Kita bisa melihat kenyataan bahwa warga terdampak pembangunan jalan tol di DIY benar-benar menerima ganti untung," ujarnya Senin (11/1/2021).

Adapun tahapan selanjutnya adalah pembayaran ganti untung untuk 294 warga Desa Purwomartani lainnya yang terdampak pembangunan akan diselesaikan sesuai jadwal April 2021.

Sedangkan keseluruhan usulan anggaran pembayaran ganti untung di Seksi 1 yaitu untuk warga Desa Purwomartani, Desa Tamanmartani, Desa Selomartani, Desa Tirtomartani dan Desa Bokoharjo sebesar Rp 1,3 triliun.

Nominal tersebut untuk  pembayaran ganti untung seksi 1 di lima desa tersebut, dengan rincian 1.688 bidang seluas 89,93 Ha.

"Pembayaran ganti untung tersebut akan paralel diikuti pembangunan konstruksinya sehingga dijadwalkan selesai 2023 mendatang," imbuhnya.  

Ia berharap pembayaran ganti untung pembangunan infrastruktur Jalan Tol Yogya-Solo tersebut mampu menjadi motor penggerak pemulihan pertumbuhan ekonomi DIY yang tertekan akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Sebanyak 25 Warga Purwomartani Terima Ganti Untung Tol Yogya-Solo

"Dengan telah dimulainya pembayaran ganti untung tersebut, maka uang yang beredar di masyarakat semakin besar sehingga bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi DIY. Harus diarahkan untuk belanja produktif bukan konsumtif," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY GKR Mangkubumi mengatakan bahwa jalan tol di DIY harus dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Caranya adalah dengan strategi optimalisasi pintu keluar (exit) tol dan adanya rest area.

Secara tegas ia mengatakan bahwa desain jalan tol jangan hanya membuat DIY sekedar dilewati saja, tanpa mendapatkan manfaat lainnya.  

"Jadi pintu keluar dan rest area tol yang terbentuk paling tidak mengutamakan para pelaku UMKM yang bisa masuk ke sana. Itu harus diperhatikan benar-benar agar DIY mendapatkan manfaat dengan keberadaan jalan tol tersebut," imbuhnya.( Tribunjogja.com

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved