Breaking News:

Kota Yogya

Hari Pertama PSTKM, PKL Malioboro Pilih Tutup Lebih Cepat

Sekitar pukul 16.00 WIB lapak beberapa pedagang sudah ditutup terpal biru. Hal yang sama juga terjadi pada beberapa toko yang tutup lebih awal.

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana Malioboro pada hari pertama penerapan PSKTM, Senin (11/01/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerapan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) membuat pedagang kaki lima (PKL) memilih untuk tutup lebih cepat.

Dari pantauan Tribunjogja.com, sekitar pukul 16.00 WIB lapak beberapa pedagang sudah ditutup terpal biru. 

Bahkan,  hal yang sama juga terjadi pada beberapa toko yang memilih menutup gerainya lebih awal.

PKL Malioboro, Taryono (53) mengatakan, pada hari pertama penerapan PSTKM berimbas pada penurunan pengunjung.

Baca juga: Patuhi PSTKM, Toko-Toko di Malioboro Bakal Tutup Serentak Pukul Tujuh Malam

"Sepi sekali hari ini, menurun drastis hampir tidak ada pembeli. Biasanya saya buka sampai pukul 21.00 WIB sekarang sampai pukul 19.00 WIB saja," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (11/01/2021).

Ia menambahkan, bahkan beberapa di antara rekannya sesama pedagang banyak yang memilih untuk tidak berjualan.

Lantaran, sudah dipastikan akan terjadi penurunan pembeli.

"Ini (pedagang) banyak yang tidak buka karena sudah tahu bakal sepi. Dan, kalau pun buka  pendapatannya tidak menutupi biaya operasional, jadi lebih memilih tak berjualan," tuturnya.

Sementara itu, ia pun menambahkan, apabila kondisi akan seperti ini terus.

Baca juga: PSTKM Selama 2 Minggu, PKL Malioboro Mengaku Legowo dan Memilih Tutup Meski Banyak Tanggungan

Ke depannya, ia pun akan memilih untuk menutup dagangannya sampai kondisi normal kembali.

"Kalau terus seperti ini,  lebih baik tutup dulu ya. Soalnya modal sudah tidak ada juga. Makanya, dilihat dulu besok seperti apa kondisinya," tuturnya.

Ia pun tetap berharap dari adanya pengetatan mobilitas masyarakat  bisa membuat kasus COVID-19 di Yogyakarta bisa mereda.

Sehingga, aktivitas bisa kembali pulih dan berjalan normal.

"Semoga berhasil menekan penyebaran virus. Biar Malioboro bisa ramai kembali," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved