Kabupaten Kulon Progo
Produksi Padi di Kabupaten Kulon Progo Capai 126.003 Ton
Produksi padi di Kulon Progo pada 2020 capai 126.003 ton dengan luas panen 19.038 hektar dan produktivitas 66,18 kwintal per hektar.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Produksi padi di Kabupaten Kulon Progo pada 2020 mencapai 126.003 ton dengan luas panen 19.038 hektare dan produktivitas sebesar 66,18 kwintal per hektar gambar kering panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan dengan capaian itu, pihaknya sangat mengapresiasi kepada para petani yang telah mengelola lahan dengan baik sehingga berhasil dan dapat dilakukan panen raya.
Sehingga mampu berkontribusi terhadap upaya peningkatan produksi padi dan ketersediaan pangan di Kabupaten Kulon Progo.
Baca juga: Selama PSTKM, Dinpar Kulon Progo Perketat Usaha Jasa Pariwisata Kuliner Selain Destinasi Wisata
Selain upaya peningkatan produksi dan produktivitas, pihaknya juga bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Yogyakarta mengembangkan varietas padi Inpari IR Nutri Zinc.
Dengan mengembangkan varietas padi tersebut diharapkan dapat mencegah kasus stunting yang terdapat di Kabupaten Kulon Progo.
Aris juga mengatakan pihaknya sedang mengembangkan pertanian organik yaitu sistem budidaya pertanian yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami lokal tanpa menggunakan bahan kimia sintesis.
"Kami telah mampu memproduksi sendiri benih dengan sumber daya genetik lokal yang menghasilkan varietas unggul menor (melati menoreh) yang tidak kalah saing dengan rojo lele Delanggu dan Cianjur, Jawa Barat," ucapnya, Minggu (10/1/2021).
Terlebih kata Aris, padi Menor itu mampu menghasilkan 7 ton gabah kering per hektar.
Baca juga: Dinsos P3A Kabupaten Kulon Progo Sebut Terdapat Perubahan Data Calon Penerima Bansos 2021
Rintisan pertanian organik ini dilaksanakan di Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan dengan tiga kelompok tani yang sudah mendapatkan sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), Mojokerto, Jawa Timur seluas 23 hektar.
Serta Sertifikat Produk Dalam Negeri dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) DIY.
Adapun ketiga kelompok tani itu diantaranya Kelompok tani Tegalmulyo, Kelompok tani Srijati dan Kelompok tani Jatingarang Lor.
"Pada musim panen saat ini kelompok tani tersebut sudah siap menyalurkan beras organik ke konsumen dengan merek dagang Jatisarono Organik Sehat Sejahtera (JOSS)," ungkapnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/seorang-petani-meninggal-dunia-setelah-kaget-melihat-sawahnya-hancur-diterjang-angin.jpg)