Kabupaten Gunungkidul

Terima Laporan Petani, DPP Gunungkidul Semprotkan Anti Hama di Paliyan

Mengingat curah hujan yang tinggi, DPP Gunungkidul kini rutin melakukan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman padi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Penyemprotan pestisida untuk mengatasi hama jamur di Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan laporan petani yang mengeluhkan serangan jamur akibat curah hujan tinggi. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul melakukan penyemprotan anti hama di Kalurahan Pampang, Kapanewon Pampang.

Pelaksanaannya dilakukan oleh Regu Perlindungan Tanaman (RPT) Handayani.

Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan penyemprotan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari petani setempat.

"Mereka menyebut sekitar 50 hektar lahan padi terserang oleh hama jamur," kata Bambang pada Kamis (07/01/2021).

Menurutnya, serangan jamur yang terjadi di Pampang disebabkan oleh kelembaban yang tinggi.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik, Disperindag Gunungkidul Minta Perajin Tahu-Tempe Lakukan Penyesuaian

Apalagi mengingat saat ini tengah memasuki puncak musim penghujan.

Selain cuaca, Bambang memperkirakan ada faktor penyebab lain.

Seperti penggunaan pupuk bernitrogen yang berlebihan hingga pola tanam.

Pupuk nitrogen umumnya digunakan agar tanaman jadi lebih hijau.

"Tapi kalau terlalu banyak itu keliru, sehingga beresiko memunculkan penyakit bagi padi," jelasnya.

Mengingat curah hujan yang tinggi, Bambang mengatakan pihaknya kini rutin melakukan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman padi.

Tujuannya agar kondisi gagal panen tidak dialami oleh para petani di Gunungkidul.

Sebelumnya, Lurah Pampang Subandi menyebut serangan hama jamur ini terjadi setidaknya sejak akhir Desember 2020.

Baca juga: Perajin Tahu di Gunungkidul Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Impor

Akibatnya ukuran tanaman padi menjadi lebih kecil dari ukuran normal.

"Ada pula yang mengering hingga akhirnya mati karena layu," ungkap Subandi pada wartawan beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved