Liga Italia
Inter Milan Gagal Kudeta AC Milan Setelah Kalah 2-1 dari Sampdoria, Gara-gara Mulyadi
Kegagalan Inter Milan tak lepas dari peran kiper kelahiran Indonesia yang menjaga gawang Sampdoria Emil Audero Mulyadi.
Peluang perdana Inter, yakni menit ketujuh, gagal berbuah gol setelah tembakan Lautaro Martinez ke sudut atas gawang dapat ditepis oleh Audero.
Memasuki menit ke-10, tim tamu kembali membuang peluang besar untuk membuka keunggulan via penalti. Lagi-lagi karena Audero.
Audero dapat membaca arah tembakan sang eksekutor, Alexis Sanchez, ke pojok kanan bawah gawangnya.
Penalti tersebut terjadi setelah Morten Thorsby kedapatan melakukan handball di dalam kotak penalti.
Memasuki menit ke-23, gantian Sampdoria yang mendapat penalti, lagi-lagi dari buah handball di dalam area terlarang.
Peluang tersebut tak disia-siakan oleh Antonio Candreva yang maju sebagai algojo.
Candreva mengarahkan bola ke kiri, sedangkan kiper Samir Handanovic terbang ke arah sebaliknya.
Keunggulan tim tuan rumah bertambah pada menit ke-38 setelah umpan Mikkel Damsgaard dikonversi menjadi gol oleh Keita Balde dengan sontekan.
Jelang turun minum, Audero kembali jadi mimpi buruk Inter dengan menggagalkan upaya Sanchez untuk mencetak gol.
Skor 2-0 untuk Sampdoria bertahan hingga babak pertama selesai.
Usaha Inter untuk membobol gawang Audero baru kesampaian pada babak kedua, tepatnya menit ke-65 via sundulan Stefan de Vrij dari situasi sepak pojok.
Gol dari De Vrij menumbuhkan asa Inter untuk mengubah situasi.
Pada menit ke-71, mereka nyaris menyamakan kedudukan andai saja sundulan Romelu Lukaku tak diblok oleh Audero.
Sial bagi Inter karena mereka tak dapat mengejar defisit gol hingga wasit menyudahi pertandingan.
Hasil ini membuat Inter stagnan di peringkat kedua klasemen dengan koleksi 36 poin, tertinggal satu angka dari AC Milan selaku pemuncak tabel.