Breaking News:

Kuota Pengajuan Pupuk Bersubsidi di Klaten Berkurang, Begini Respon KTNA

Berkurangnya kuota pupuk bersubsidi di daerah itu bukan terjadi di Klaten saja namun juga terjadi di daerah lain di Indonesia

dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Berkurangnya pengajuan kuota pupuk bersubsidi Kabupaten Klaten pada tahun 2021 jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, mendapat respon dari pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten.

Sekretaris 1 KTNA Klaten, Atok Susanto, menilai berkurangnya kuota pupuk bersubsidi di daerah itu bukan terjadi di Klaten saja namun juga terjadi di daerah lain di Indonesia

"Ini kan kekuranganya tidak hanya di Klaten tapi kan secara nasional juga. Ini juga akan jadi pembelajaran bagi petani agar buat pupuk sendiri dan tidak terlalu tergantung dengan pupuk kimia karena jika digunakan secara terus menerus akan membuat tanah jadi rusak," ujarnya saat dihubungi wartawan Senin (4/1/2021).

Ia mengatakan, dengan adanya pengurangan pengajuan kuota pupuk bersubsidi tersebut membuat petani di Klaten semakin menjerit dan diprediksi juga terjadi penurunan produksi pertanian di Klaten pada tahun ini.

"Dengan adanya pengurangan ini jelas petani menjerit. Petani pasti menjerit dengan pengurangan kuota ini, namun juga akan ada risiko penurunan produksi karena kondisi idealnya harus ada perbaikan kondisi tanah dulu dengan pemakaian pupuk organik," jelasnya.

Baca juga: Pengajuan Pupuk Bersubsidi di Klaten Tahun 2021 Berkurang, Urea dari 28 Ribu Ton Jadi 17 Ribu Ton

Baca juga: Disdik Klaten Berharap Belajar Tatap Muka di Sekolah Bisa Dilakukan Februari Mendatang

Ia berharap, sebelum adanya pengurangan pengajuan subsidi itu seharusnya seluruh petani di Indonesia diajak bermusyawarah agar tidak terjadi penurunan produksi.

Sebelumnya, pengajuan kuota pupuk bersubsidi Kabupaten Klaten pada tahun 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten hanya bisa mengajukan pupuk Urea sekitar 17 ribu ton atau sebanyak 17.228.317 kilogram.

Padahal pada tahun sebelumnya untuk pupuk Urea saja DPKPP Klaten bisa mengajukan permohonan di  elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Kementerian Pertanian (Kementan) RI hingga 28 ribu ton.

Sedangkan untuk pupuk SP36 diajukan sebanyak 304.277 kilogram, pupuk ZA 1.654.657 kilogram, pupuk NPK sebanyak 31.236.366 kilogram dan pupuk Organik sebanyak 6.580.169 kilogram.

Halaman
123
Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved