Breaking News:

Materai Rp 10.000 Mulai Berlaku Awal Tahun Ini, Dokumen Bermaterai Menjadi Rp 5 Juta

Meski per 1 Januari 2021 telah berlaku materai Rp 10.000, namun penggunaan materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 masih berlaku selama masa transisi ini.

kontan.co.id
Harga materai naik mulai tahun 2021 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Meski per 1 Januari 2021 telah berlaku materai Rp 10.000, namun penggunaan materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 masih berlaku selama masa transisi ini.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan di dalam UU Nomor 10 tahun 2020 tentang Bea Meterai.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan saat ini otoritas fiskal masih dalam tahap mendesain dan mencetak meterai baru tarif Rp 10.000.

"Mudah-mudahan seminggu ke depan sudah selesai dan dapat diedarkan di masyarakat," jelas Hestu kepada Kompas.com, Minggu (3/1/2021).

Baca juga: Harapan Bupati Kulon Progo Sutedjo di Tahun 2021, Mulai Infrastruktur Hingga Pertanian

Baca juga: JANGAN BOLOS, Besok Hari Pertama ASN Masuk Kerja di Tahun 2021, Ini Pesan BKD DI Yogyakarta

Untuk diketahui, pengenaan bea meterai Rp 10.000 menggantikan tarif Rp 3.000 dan Rp 6.000 yang selama ini berlaku.

Dengan pengenaan tarif baru tersebut, pemerintah juga menyesuaikan dokumen yang dikenai meterai, yakni dari mulai Rp 250.000 menjadi Rp 5 juta.

Namun demikian, meterai lama bukan berarti tak lagi berlaku, sebab, di dalam UU Bea Meterai dijelaskan masa transisi berlaku selama satu tahun.

"Tarif bea meterai Rp 10.000 sudah berlaku mulai tanggal 1 Januari 2021. Untuk itu masyarakat dapat menggunakan benda meterai yang saat ini masih ada, dengan nilai minimal Rp 9.000," jelas Hestu.

Pengenaan bea materai Rp 10.000 di tahun ini, bukan hanya berlaku pada dokumen fisik dalam kertas, tapi juga akan berlaku untuk segala dokumen digital dan transaksi elektronik.

Baca juga: Tunggu Putusan MK, KPU Gunungkidul Belum Tetapkan Paslon Terpilih

Baca juga: Pemerintah Pusat Kembali Gelontorkan 3 Jenis Bansos Per 4 Januari 2021 Besok, Apa Saja?

Namun demikian Hestu mengatakan saat ini otoritas fiskal masih menyiapkan aturan turunan, yakni berupa Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Selain itu juga infrastruktur pendukung berupa aplikasi untuk meterai dokumen elektronik.

"Kita sedang siapkan PP dan PMKnya, serta infrastruktur (aplikasi dll) meterai untuk dokumen elektronik," jelas dia. (KOMPAS.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meterai Rp 10.000 Berlaku Per 1 Januari, Pekan Depan Mulai Diedarkan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved