Tips Mengenali Gejala Awal Diabetes Melalui Tanda '3P'
3P merupakan singkatan dari Polidipsia, Poliuria, dan Polifagia. Apakah yang dimaksud istilah-istilah tersebut?
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Apakah Anda pernah mendengar istilah 3P Diabetes? Istilah ini digunakan untuk menggambarkan gejala umum penyakit diabetes.
3P merupakan singkatan dari Polidipsia, Poliuria, dan Polifagia. Apakah yang dimaksud istilah-istilah tersebut?
1. Polidipsia: peningkatan rasa haus
Polydipsia adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan rasa haus yang berlebihan. Jika Anda mengalami polidipsia, Anda mungkin merasa haus sepanjang waktu atau mulut kering terus-menerus.
Pada penderita diabetes, polidipsia disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah.
Ketika kadar glukosa darah tinggi, ginjal Anda menghasilkan lebih banyak urin untuk menghilangkan glukosa ekstra dari tubuh Anda.
Sementara itu, karena tubuh Anda kehilangan cairan, otak Anda memberi tahu Anda untuk minum lebih banyak untuk menggantikannya. Hal ini menyebabkan perasaan sangat haus yang berhubungan dengan diabetes.
Baca juga: Waspadai, Kulit Kering dan Terasa Gatal Bisa Jadi Gejala Diabetes pada Wanita
Perasaan haus yang terus-menerus juga bisa disebabkan oleh:
- Dehidrasi
- Diuresis osmotik, peningkatan buang air kecil karena kelebihan glukosa yang memasuki tubulus ginjal yang tidak dapat diserap kembali, menyebabkan peningkatan air di tubulus
- Masalah kesehatan mental, seperti polidipsia psikogenik
2. Poliuria
Poliuria adalah istilah yang digunakan saat Anda buang air kecil lebih banyak dari biasanya.
Kebanyakan orang menghasilkan sekitar 1–2 liter urin per hari (1 liter sama dengan 4 cangkir).
Orang dengan poliuria menghasilkan lebih dari 3 liter urin dalam sehari.
Ketika kadar glukosa darah terlalu tinggi, tubuh Anda akan mencoba mengeluarkan sebagian kelebihan glukosa melalui buang air kecil.
Baca juga: Hati-hati, Inilah 9 Tanda-tanda Diabetes yang Kerap Tak Disadari
Ini juga menyebabkan ginjal menyaring lebih banyak air, yang menyebabkan peningkatan kebutuhan untuk buang air kecil.
Buang air kecil yang tidak normal juga dapat dikaitkan dengan hal-hal lain selain diabetes, termasuk:
- Kehamilan
- Diabetes insipidus
- Penyakit ginjal
- Kadar kalsium tinggi, atau hiperkalsemia
- Masalah kesehatan mental, seperti polidipsia psikogenik
- Minum obat seperti diuretik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-diabetes-tipe-1-dan-tipe-2.jpg)