Mendiang Ayah Jadi Alasan Rookie Bima Perkasa Kenakan Nomor Jersey 21
Banyak pertimbangan dalam penentuan nomor yang tersemat di jersey ini, dinilai membawa keberuntungan, hingga tersemat makna
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Dalam dunia olahraga, nomor jersey yang dikenakan pemain merupakan suatu komponen yang penting saat pertandingan.
Bukan hanya memudahkan penonton dan wasit untuk mengenal seorang pemain, nomor punggung juga menjadi identitas yang melekat kepada pemain.
Banyak pertimbangan dalam penentuan nomor yang tersemat di jersey ini, dinilai membawa keberuntungan, hingga tersemat makna dedikasi untuk orang yang dicintai.
Untuk alasan terakhir ini, rookie Bank BPD DIY Bima Perkasa, David Simeone Lavi, punya ceritanya.
Baca juga: Daftar Herbal Penurun Gula Darah : Dari Lidah Buaya, Melon Pahit Hingga Kayu Manis
Baca juga: IHSG Diperkirakan Menguat di Level 6.180, Saham Telekomunikasi Layak Dicermati Pada 30 Desember 2020
Sebab, di musim perdananya tampil di Indonesian Basketball League (IBL) 2021 mendatang, David Lavi memilih mengenakan nomor jersey 21, untuk mengenang mendiang sang ayah.
"Saya lahir tanggal 21. Banyak saudara yang lahir tanggal 21 juga, dan ayah saya juga lahir di tanggal itu. Beliau meninggal dunia pertengahan tahun lalu. Saya akan membawa ingatan mereka dalam nomor jersey ini, dan yang paling penting adalah penghormatan untuk ayah," ungkap David Lavi.
Dijelaskan pebasket yang berposisi sebagai shooting guard tersebut, nomor jersey yang ia pilih untuk IBL 2021 mendatang merupakan hal yang baru.
Sebab saat meniti karier basket di klub Kumala Jaya maupun Universitas Negeri Semarang, David Lavi lebih sering mengenakan nomor 7 atau 16.
"Saya sampai ke titik ini berkat dukungan dari banyak orang. Dan, entah kebetulan atau sudah digariskan, mereka banyak bersinggungan dengan angka 21," imbuhnya.
Oleh sebab itu, David semakin yakin memakai nomor jersey 21 bersama tim Bima Perkasa. Kebetulan nomor tersebut juga masih kosong di tim.
Disinggung soal adaptasinya bersama Bank BPD DIY Bima Perkasa, David Lavi mengaku menikmati proses latihan di bawah asuhan head coach David Singleton.
Baca juga: Total Tembus 2.971 Kasus, Pasien Covid-19 di Bantul Terus melonjak, Ini Penyebabnya
Baca juga: Mahasiswi di Tulungagung Kedapatan Ngamar Bareng Penjual Mie Ayam, Ini Alasannya saat Digerebek
Jiwa kompetitifnya terlihat sejak hari pertama. Ia melihat Nuke Tri Saputra sebagai pemain yang harus dilampaui sejak pertama kali ikut latihan tim.
"Pertama latihan saya lihat Nuke, mau jaga dia. Edan, ternyata kalah cepat saya. Hari berikutnya sampai sekarang saya selalu jaga dia, belajar dari dia. Dan coach Dave sangat fair, memberitahu dimana kesalahan saya lalu memperbaikinya," ujar David Lavi.
Lebih lanjut ia pun mengaku sudah tak sabar menanti debut di IBL 2021 mendatang.
"Saya tak sabar menunggu debut di Liga Profesional. Tentunya saya sangat antusias," tandas Lavi.