Breaking News:

Jawa

Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang Ditutup Sementara

Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang akan ditutup total sementara waktu guna mencegah penyebaran COVID-19 terutama menjelang malam pergantian tahun.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ilustrasi Gunung Tidar 

TRIBUNJOGJA.COM - Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang akan ditutup total sementara waktu guna mencegah penyebaran COVID-19 terutama menjelang malam pergantian tahun 2021.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, OT Rostriyanto memaparkan, selama beberapa bulan lalu Kebun Raya Gunung Tidar sempat dibuka dengan pembatasan ketat, atau hanya beroperasi siang hari.

Namun, pihaknya kembali mengubah kebijakan karena kenaikan virus corona makin tak terkendali.

"Semula kita batasi, hanya buka siang hari. Tapi melihat perkembangan virus tinggi di Kota Magelang, sesuai arahan pimpinan maka kawasan Kebun Raya Gunung Tidar ditutup sementara, hingga waktu yang belum ditentukan," jelasnya.

Baca juga: Haul Syekh Subakir di Gunung Tidar Berlangsung Sederhana

Ia menambahkan, selain Kebun Raya Gunung Tidar, kawasan Alun-alun Kota Magelang juga menjadi perhatian utama.

Keberadaan taman bermain anak dan air mancur sudah lebih dulu ditutup.

Untuk air mancur bahkan sudah belum beroperasi sejak Kota Magelang memberlakukan kejadian luar biasa (KLB) COVID-19.

Air mancur dihidupkan hanya sebatas pemeliharaan saja.

Sedangkan tempat bermain anak, katanya, sebenarnya Pemkot Magelang telah menutupnya.

Akan tetapi, sebagian masyarakat ada yang tetap nekat memasuki arena itu dan tak jarang menimbulkan kerumunan.

Baca juga: Kelurahan Tidar Selatan Kota Magelang Jadi Kelurahan dengan Gotong Royong Masyarakat Terbaik

"Kita sudah koordinasikan dengan Satpol PP, kepolisian, dan TNI, di sana akan ada operasi yustisi. Harapannya, malam pergantian tahun nanti, masyarakat tetap di rumah saja. Biar tidak ada klaster tahun baru," tandasnya.

Demikian pula dengan keberadaan taman-taman publik.

Semenjak terjadi lonjakan kasus COVID-19, DLH sudah menyematkan imbauan agar masyarakat tak datang ke fasilitas publik tersebut, dan patuh protokol kesehatan.

Akan tetapi tidak jarang masyarakat kurang mengindahkan imbauan tersebut.

Sehingga, pihaknya berencana menggelar operasi yustisi, dengan melibatkan pihak berwenang untuk menghalau kerumunan di fasilitas publik, termasuk taman-taman. ( Tribunjogja.com )

Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved